detikNews
Rabu 11 September 2019, 22:24 WIB

Basarah Kenang BJ Habibie: Keilmuannya Diakui Dunia

Moch Prima Fauzi - detikNews
Basarah Kenang BJ Habibie: Keilmuannya Diakui Dunia Foto: Dok. MPR RI
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Presiden RI-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. Menurutnya, Habibie adalah seorang negarawan sekaligus ahli pesawat terbang yang diakui dunia. Karena itulah generasi muda harus mewarisi api perjuangan Habibie.

"Kami ucapkan dukacita sedalam-dalamnya. Kita bangsa Indonesia kehilangan tokoh bangsa sekaligus negarawan, ahli pesawat terbang lulusan Jerman yang keilmuannya diakui dunia," ucap Basarah dalam keterangan tertulis, Rabu (11/9/2019).

Dipaparkan Basarah, bahwa ada banyak nilai-nilai keteladanan yang bisa dipetik dari insinyur lulusan Jerman tersebut. Di bidang teknologi, misalnya, Habibie dinilai visioner. Ketika menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 1978-1998, Habibie berhasil menorehkan prestasi mumpuni. Indonesia berhasil membuat pesawat terbang N250 yang diluncurkan pada 1995.


"Inilah visi besar Habibie untuk bangsa Indonesia. Habibie berhasil melakukan terobosan mutakhir. Indonesia bergerak dari negara agraris menuju negara industri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," terang Basarah.

Perihal capaian prestasi, kata dia, dalam bidang teknologi khususnya di bidang kedirgantaraan, Habibie tidak bisa dilepaskan dari figur Bung Karno. Hal tersebut dikisahkan sendiri oleh Habibie ketika memberikan orasi ilmiah saat peluncuran Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) di Balai Sidang UI, Depok, pada Selasa, 25 Juni 2019.

"Habibie adalah produk Bung Karno. Habibie berhasil mewujudkan visi besar Bung Karno menyatukan Indonesia melalui jalur udara," jelas Basarah.

Pun demikian ketika menjadi orang nomor satu di Indonesia pada tahun 1998 menggantikan Presiden Soeharto. Bukan perkara mudah memimpin Indonesia di awal reformasi. Habibie harus menghadapi berbagai masalah pelik, mulai dari krisis ekonomi yang melilit Indonesia sejak tahun 1997, berbagai kerusuhan di berbagai daerah juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Habibie.


"Alhamdulillah Presiden Habibie berhasil mengatasi gejolak tersebut. Habibie berhasil mencegah potensi disintegrasi bangsa dan menuntaskan gejolak ekonomi yang melanda Indonesia," jelas Basarah.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Habibie tetap berperan dalam menjaga dan mengawal arah perjalanan bangsa. Terlihat dalam beberapa momentum, Habibie memberikan saran dan masukan kepada pemerintah maupun berbagi inspirasi kepada banyak orang. Habibie menjadi pengayom dan berdiri di atas semua komponen bangsa.

"Habibie memang seorang negarawan yang ingin mendarmabaktikan seluruh gerak hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia sampai akhir hidupnya. Selamat jalan Pak Habibie. Semoga akan lahir Habibie-Habibie lainnya di masa depan," harap Basarah.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com