Berduka, Anwar Ibrahim Kenang Jasa BJ Habibie Menjaganya Usai Keluar Penjara

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 21:43 WIB
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu BJ Habibie di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Minggu (20/5/2018). (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pimpinan Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan dukacita atas meninggalnya Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Anwar Ibrahim juga mengungkapkan kedekatannya dengan Habibie.

"Inna Lillahi wa inna ilayhi raji'un. Menerima perkhabaran duka dari Indonesia, sahabat karib saya yang juga mantan Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia hari ini," kata Anwar lewat akun Facebook-nya, Rabu (11/9/2019).


Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu mengatakan Habibie mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, hari ini, pada usia 83 tahun.

"BJ Habibie seorang individu yang saya anggap sebagai keluarga dan sangat prihatin tentang derita yang saya lalui semasa saya selesai operasi, bebas dari penjara di mana Allahyarham (Habibie) dan Allahyarhamah Ibu Ainon yang menjaga saya," ujarnya.

Anwar mengenang Habibie sebagai sosok sederhana dan pintar, bahkan dalam berbicara. Dia menyebut Habibie bukan politikus biasa.

"BJ Habibie ini bicara dari keyakinan serta dari hati nurani. Perkara ini saya lihat sebagai sesuatu yang unik dari seorang tokoh dan pemimpin besar yang pastinya akan dirindui serta dikenang semua pihak," ujarnya.

Anwar Ibrahim pun mengirimkan doa untuk Habibie. "Saya mewakili KEADILAN mengutuskan salam takziah buat keluarga Allahyarham. Semoga rohnya ditempatkan bersama dalam kalangan mereka yang beriman dan beramal saleh, al-fatihah" tuturnya.

Anwar Ibrahim bertemu dengan Habibie di kediaman Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018). Keduanya sempat melakukan pertemuan tertutup.


Kala itu, Anwar mengenang masa-masa reformasi di Indonesia yang disebutnya mengesankan. Ia menyatakan banyak mengenal tokoh di Indonesia saat masa reformasi.

"Reformasi itu di Indonesia bergulir dan mengesankan terutama saya ikuti dengan dekat semua teman-teman kuat. Malah pada saat itu Presiden Soeharto pun kenal dengan baik dan saya sering mengunjungi beliau dan memahami, tapi dari segi dekat itu dengan Habibie pastinya," kata Anwar seusai pertemuan tertutup dengan Habibie. (idh/fjp)