Tanggapan LKBN Antara Terkait Laporan Serikat Pekerja soal PHK Karyawan

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 20:28 WIB
Ketum Serikat Pekerja Antara Abdul Gofur (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Serikat Pekerja Antara melaporkan General Manager Sumber Daya Manusia dan Umum LKBN Antara Inderahadi Kartakusuma ke Polda Metro Jaya. Inderahadi dilaporkan atas dugaan union busting dan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Menanggapi laporan tersebut, Perum LKBN Antara merasa heran. Sebab, Perum LKBN Antara tidak pernah menghalang-halangi kegiatan serikat pekerja.

"Perum LKBN Antara merasa heran dengan laporan ini karena selama ini tidak ada satu pun kegiatan Serikat Pekerja yang kami halangi, bahkan perusahaan juga memberikan fasilitas untuk kegiatan serikat pekerja di lingkungan perusahaan," kata Sekretaris Perusahaan Perum LKBN Antara Iswahyuni dalam keterangan kepada detikcom, Rabu (11/9/2019).

Bahkan manajemen mendukung kehadiran serikat pekerja di lingkungan Perum LKBN Antara. Untuk diketahui, ada dua organisasi serikat pekerja di lingkungan Perum LKBN Antara.

"Organisasi yang dipimpin oleh Saudara Gofur adalah salah satu dari serikat pekerja tersebut," imbuh Iswahyuni.

Meski begitu, Iswahyuni mengatakan pihaknya siap mengikuti proses hukum yang berlaku. Perum LKBN Antara akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan hingga tuntas.







"Kami akan mengikuti prosedur yang berlaku dan akan kooperatif untuk apa pun yang dibutuhkan pihak kepolisian agar laporan yang diajukan oleh Serikat Pekerja Antara ini dapat diperiksa dalam tingkat penyelidikan maupun nantinya jika sampai pada tingkat penyidikan dapat mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya," jelasnya.

Lebih jauh mengenai mutasi yang disoal oleh Gofur, menurutnya, adalah hal yang biasa. Mutasi bisa terjadi di institusi mana pun dalam rangka penyegaran sesuai kebutuhan biro.

"Tentang mutasi, kami melihat mutasi adalah hal yang biasa dan kerap terjadi di setiap institusi, termasuk di Perum LKBN Antara, apalagi kami memiliki lebih dari 30 kantor/biro di seluruh Indonesia. Dalam 4 tahun terakhir ini, perusahaan telah melakukan mutasi terhadap sejumlah karyawan dan wartawan ke luar Jakarta maupun antarprovinsi di seluruh Indonesia. Mutasi ini juga disesuaikan dengan kebutuhan biro," tutur Iswahyuni.

Sebelum adanya laporan serikat pekerja di Polda Metro Jaya, sudah ada mediasi antara perusahaan dan serikat pekerja yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta. Dalam forum mediasi yang telah berlangsung dua kali, pihak perusahaan telah memberi kuasa kepada Kantor Hukum Hukum Muzayin & Parners.

Sebelumnya, serikat pekerja melaporkan Inderahadi ke Polda Metro Jaya. Inderahadi dilaporkan terkait dugaan union busting dan PHK karyawan.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/5768/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Gading Yonggar. Terlapor dalam hal ini disebutnya bernama Inderahadi Kartakusuma sebagai General Manager Sumber Daya Manusia dan Umum LKBN Antara.

Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 28 juncto 43 UU RI Nomor 21/2000 tentang serikat pekerja atau serikat buruh. Terlapor diduga melakukan tindakan penghalang-halangan aktivitas serikat pekerja melalui tindakan PHK.

(mei/fjp)