GM LKBN Antara Dilaporkan Serikat Pekerja Terkait PHK Karyawan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 19:55 WIB
Foto: Ketum Serikat Pekerja Antara Abdul Gofur (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Serikat Pekerja Antara melaporkan manajemen Antara karena diduga melakukan union busting (pemberangusan serikat pekerja) ke Polda Metro Jaya. Mereka melaporkan terkait PHK beberapa karyawan di Antara dan persoalan gaji karyawan hingga mutasi karyawan.

"Kita datang ke Polda Metro Jaya di unit desk ketenagakerjaan melaporkan manajemen Perum LKBN Antara yang kita duga melakukan upaya union busting atau pemberangusan dan juga penghalang-halangan serikat pekerja di Perum LKBN Antara," kata Ketum Serikat Pekerja Antara Abdul Gofur kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurut Abdul yang juga Asisten Manajer Program, Promosi dan Komunitas Antara ini menyebut serikat pekerja tidak boleh dihapuskan. Abdul melaporkan manajemen Antara atas dugaan melakukan union busting dengan cara memutus kontrak pekerja yang aktif di serikat.

"(Manajemen Antara diduga) ada upaya orang-orang yang aktif atau kritis terhadap perusahaan itu diberikan sanksi mutasi dan PHK itu yang kita laporkan ke sini," ungkap Gofur.

Sebanyak 20 orang staf dan 1 orang video jurnalis disebutnya di-PHK. Menurutnya, pemutusan kontrak kerja ini berkaitan dengan aksi yang sempat dilakukan oleh para karyawan tersebut.










Dia mengatakan aksi itu dilakukan pada Desember 2018 lalu. Serikat Pekerja saat itu menuntut kenaikan gaji dan pengangkatan karyawan lama menjadi karyawan tetap.

"Sesungguhnya dalam hal tuntutan kita punya empat anjuran. Dua anjuran di Disnaker, satu anjuran PHK video jurnalis itu kita menangkan bunyinya memperkerjakan kembali lalu mediasi kedua dengan tuntutan 13 orang PHK PKWT itu anjuran sama dipekerjakan kembali lalu di Kemenaker kita punya anjuran 2 yaitu penandatanganan perjanjian kerja baru dan kenaikan gaji 2018 untuk seluruh karyawan," kata Gofur.

"Itu semua anjuran dimenangkan, manajemen diminta tanda tangan dan kenaikan gaji. Manejemen diminta naikkan gaji karyawan mulai Januari sebesar Rp 600 ribu dan itu semua diabaikan," sambung Gofur.

Selain PHK, Gofur juga memprotes soal mutasi sejumlah karyawan. "Enam orang (dimutasi), yang gugat hanya lima. Salah satunya ada ke Papua, Bali, Bandung dan Sulsel," imbuh Gofur.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/5768/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Gading Yonggar. Terlapor dalam hal ini disebutnya bernama Inderahadi Kartakusuma sebagai General Manager Sumber Daya Manusia dan Umum LKBN Antara.

Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 28 JO 43 UU RI nomor 21/2000 serikat pekerja atau serikat burut. Terlapor diduga melakukan tindakan penghalang-halangan aktivitas serikat pekerja melalui tindakan PHK.

(mei/fjp)