Mabuk, WN Aussie Ngamuk di Kelab Malam Seminyak Sambil Tendangi Motor

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 15:51 WIB
Mabuk, WN Aussie Ngamuk di Kelab Malam Bali dan Tendangi Motor /Foto: DOK. Istimewa
Badung - Seorang warga negara (WN) Australia Michael Gregory Franklin (37) satuan keamanan (penrepti) banjar Basangkasa, Seminyak, Kuta, Bali. Penyebabnya, Franklin mabuk dan memicu keributan di area salah satu kelab malam di Seminyak dan menendangi motor.

"Anggota Pol PP Kecamatan Kuta menerima kiriman bule mabuk dari petugas Penrepti Basangkasa. WNA dari Australia sudah diserahkan ke Polsek Kuta namun dilimpahkan ke Satpol PP," kata Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Dihubungi terpisah, Komandan Regu Satpol PP Badung I Nengah Wika menuturkan peristiwa itu terjadi dini hari tadi. Bule itu disebut sempat berantem dengan bule lain di salah satu kelab malam di Seminyak.

"Itu tadi dini hari jam 03.30 WITa, bule itu dikirim ke sini sama tim Penrepti Basangkasa, kayaknya di La Favela Seminyak. Memang bule itu minum, di dalam bar dia ada gesekan sama orang lain, mungkin dia kena tempeleng, pukul atau bagaimana yang diajak (berantem) itu bule terus bule itu kabur keluar, dia tidak terima di dalam ngamuk," terang Wika.

 Mabuk, WN Aussie Ngamuk di Kelab Malam Bali dan Tendangi Motor Mabuk, WN Aussie Ngamuk di Kelab Malam Bali dan Tendangi Motor Foto: DOK. Istimewa



Dia mengatakan karena memicu keributan, Franklin akhirnya dikeluarkan oleh pihak sekuriti. Rupanya sampai di luar, Franklin masih mengamuk sehingga sekuriti akhirnya memanggil Penrepti Basangkasa untuk mengamankan bule tersebut.

"Sampai di luar dia masih tidak terima sepeda motor yang di luar ditendang-tendang sambil teriak-teriak, akhirnya dari pihak sekuriti mengamankan bule itu diteleponlah tim penrepti. Datang tim, bulenya langsung diamankan diikat, karena mau mengamuk," jelasnya.

Setelah diikat, tim penrepti membawa Franklin ke Polsek Kuta. Namun, karena tidak ada laporan kerusakan atau pengaduan akibat ulah Franklin, akhirnya bule berkepala plontos itu diserahkan ke Satpol PP.

"Setelah diikat dibawa ke Polsek Kuta, karena tidak ada laporan kerusakan atau tindakan pidana diteleponlah Satpol PP," terang Wika.

Mulanya pihaknya juga tak mau asal menampung Franklin, dia juga meminta tim penrepti untuk membuat laporan kejadian peristiwa tersebut. Sebab, selama ini Satpol PP Badung sudah sering kewalahan menerima turis-turis dengan keluhan ODGJ.

"Jadi saya sarankan juga terkait taruna mabuk di manapun bisa ditaruh baik di tim penrepti, linmas, apalagi di kantor polisi karena dalam hitungan 1-2 jam sadar. Kalau benar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) WNA kita tetap akan tindak lanjuti dengan menelepon imigrasi dan membawa ke RS Sanglah," terangnya.

"Jadi bener kita tunggu akhirnya pagi sadar, ngakunya tinggal di Grand Lawalon Hotel jam 08.00 Wita sudah diantar sama anggota kita," ujarnya.




Wika pun mengaku kesulitan untuk memberi sanksi ke Franklin. Sehingga setelah sadar, Franklin langsung diantar pulang oleh anggotanya.

"Nggak, itulah kendala kita di Satpol PP setiap bule yang seperti itu dikirim ke Satpol PP terkait denda dan sanksi, sanksi apa yang kita berikan kecuali dia ODGJ. Ini pengaruh bebas visa menyebabkan bule-bule pada ke sini uangnya yang habis ada yang nggak bayar makan, apa pura-pura gila apa bener gila banyak di sini," ucap Wika.

Dia menambahkan saat diamankan kondisi Franklin memang mengalami luka-luka di bagian lutut, siku, dan kepalanya. Diduga penyebabnya karena baku pukul dengan bule lainnya di kelab malam tersebut.

"Bulenya luka di lutut, dan siku lecet-lecet. Setelah sadar namanya orang mabuk (ditanya kejadian dini harinya lupa), cuma dia inget tinggal di hotel. Dikasih minum sama anggota, dia sadar terus dianter ke rumahnya," ujarnya. (ams/fdn)