detikNews
Rabu 11 September 2019, 11:56 WIB

Pemprov Sulsel Kaji Ganjil Genap, Kemenhub Dorong Perbaikan Angkutan Massal

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Pemprov Sulsel Kaji Ganjil Genap, Kemenhub Dorong Perbaikan Angkutan Massal Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Makassar - Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang mengkaji penerapan ganjil-genap di Kota Makassar. Kementerian Perhubungan mendorong Pemprov memperbaiki angkutan massal sebelum penerapan ganjil-genap.

"Jadi tidak hanya di Jakarta, sebetulnya bukan juga di Makassar saja, tapi pemerintah kita melalui Pak Menhub sedang mendorong kota besar di Indonesia, baik kota/kabupaten, kota madya yang tingkat traffick-nya sudah mulai ada hambatan," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Makassar, Rabu (11/9/2019).

Budi mengatakan, terkait dengan penerapan sistem ganjil-genap di Makassar, Pemprov juga melakukan perbaikan dan modernisasi angkutan umum.

"Selain kita mendorong itu, ada keseimbangan di pemda untuk mulai melakukan kajian terhadap manajemen lalu lintas yang ada di kota itu," ujarnya.

"Artinya, kalau ada perbaikan manajemen lalu lintas, perbaiki dulu angkutan umumnya," imbuh Budi.

Manajemen lalu lintas itu, menurut Budi, bisa seperti menyiapkan aturan parkir kendaraan pribadi. Misalnya dengan harga parkir kendaraan di kota yang mahal dan yang murah di daerah pinggiran.

"Minimal adalah shifting kecenderungan masyarakat dari mobil pribadi menggunakan angkutan umum," tegas dia.

Dinas Perhubungan Sulsel sedang mengkaji penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan. Sistem ganjil-genap diharapkan akan mengatasi kemacetan di Kota Makassar.

"Menindaklanjuti rapat di Jakarta beberapa hari lalu, ada arahan di lima kota besar bisa melakukan langkah-langkah penanganan kemacetan, salah satunya ganjil-genap," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Pahlevi.

Pahlevi mengatakan ini bagian dari opsi yang ditawarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat. Menurutnya, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi agar tidak beririsan dengan masyarakat saat diterapkan.

"Apa itu, mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Kita kaji apakah transportasi umum sudah maksimal apa belum. Kalau belum maksimal, ganjil-genap belum bisa diterapkan," kata Pahlevi.

"Lalu apa solusi lain menangani kemacetan, ya antara lain perparkiran," imbuhnya.

Meski begitu, Kementerian Perhubungan tetap menyerahkan solusi kemacetan kepada pemerintah daerah.




Simak juga video Polda Metro Jaya Klaim Ganjil Genap Efektif Atasi Kemacetan:

[Gambas:Video 20detik]


(fiq/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com