Round-Up

Hilangnya Duit Miliaran Pemprov Sumut di Parkiran Kantor Gubernur

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 09:15 WIB
Foto: Budi/detikcom
Jakarta - Kantor Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dibuat geger terkait insiden hilangnya duit miliaran rupiah. Duit Rp 1,6 miliar hilang di dalam mobil yang diparkir di lingkungan Pemprov Sumut.

Kabag Humas Pemprov Sumut M Ikhsan menjelaskan uang itu disimpan dalam mobil Toyota Avanza berpelat BK-1875-ZC yang diparkir di kantor Edy Rahmayadi. Duit itu hilang pada Senin (9/9) malam.

"Kejadiannya tadi malam, sekitar pukul 19.00-20.00 WIB. Di mobil, diparkir," saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Informasi yang diperoleh detikcom, semula ASN Pemprov Sumut Muhammad Aldi Budianto (40) dan tenaga tenaga honorer BPKAD, Indrawan Ginting (36) mengambil uang di Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol, Medan.

Uang Rp 1,6 miliar yang ditarik dari bank itu kemudian dibawa ke kantor gubernur menggunakan mobil dan diletakkan di bagian belakang. Sesampainya di kantor gubernur, mobil diparkir. Belum sempat memindahkan uang dari mobil, ASN itu meninggalkan mobil untuk salat Ashar.



Tak disangka, uang miliaran itu justru raib. Tak diketahui siapa pelakunya. Dua ASN itu melihat kunci mobil sudah dalam keadaan rusak.

Insiden ini sudah dilaporkan ke Polresta Medan. Polisi sedang mendalami laporan. Mobil yang digunakan untuk membawa duit miliaran rupiah itu pun sudah berada di Polresta Medan.

Saat dikonfirmasi Selasa (10/9) sore, Gubernur Edy Rahmayadi rupanya belum mengetahui terkait hilangnya duit Pemprov Sumut ini. Edy pun heran atas kasus itu.

"Loh, kalau kehilangan, tidak boleh kehilangan. Uang rakyat itu. Tapi saya belum tahu. Saya belum bisa komentar, apa itu kehilangannya," kata Edy.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara Raja Indra Saleh kemudian menjelaskan hilangnya duit Rp 1,6 miliar itu. Total uang di dalam mobil yang diparkir itu yakni Rp 1.672.985.500.

Raja mengatakan, uang yang hilang itu akan digunakan untuk membayar honor.

"Uang untuk honor kegiatan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah)," kata Raja kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).



Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Gubernur Edy Rahmayadi dan polisi. Pihaknya menyerahkan seluruhnya ke pihak kepolisian.

"Mudah-mudahan lancar, bisa ditemukan. Kita berdoa agar proses yang dilakukan kepolisian lancar," tandasnya.

Raja mengatakan, jika nantinya ditemukan pelanggaran prosedur pelaksanaan tugas terhadap pembantu PPTK, yakni
Aldi (pengambil uang), maka yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Dia menegaskan, sesuai UU I/2009 tentang Perbendaharaan Negara, kehilangan uang itu merupakan tanggung jawab dari Aldi.

Pihaknya membantah jika uang miliaran itu digunakan untuk uang ketok APBD Sumut bagi anggota DPRD Sumut. "Uang yang hilang itu untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah," ujarnya. (idn/knv)