Kasus Mafia Migas Eks Bos Petral, KPK Sudah Geledah 5 Lokasi

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 16:18 WIB
Ilustrasi KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - KPK menetapkan mantan Managing Director Pertamina Energy Service Pte Ltd (PES) Bambang Irianto sebagai tersangka karena diduga menerima suap USD 2,9 juta. KPK pun telah melakukan penggeledahan di lima lokasi terkait dugaan suap ke Bambang yang juga mantan Dirut Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) ini.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK menggeledah lima lokasi pada 5-6 September 2019," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Syarif mengatakan KPK menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan itu. Dia memastikan KPK terus berupaya melakukan penelusuran dan pengembalian aset semaksimal mungkin.




"Dari penggeledahan tersebut KPK menyita dokumen pengadaan dan data aset. Dikarenakan dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelusuran dan asset recovery," ujarnya.

Kelima lokasi yang digeledah itu ialah:

a. Rumah yang beralamat di Jalan Pramukasari 3, Jakarta.
b. Rumah yang beralamat di Komplek Ligamas, Pancoran, Jakarta Selatan.
c. Apartemen yang beralamat di Salemba Residence, Jakarta Pusat.
d. Rumah yang beralamat di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.
e. Rumah yang beralamat di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.



Uang sebesar USD 2,9 juta yang diterima Bambang berasal dari pihak Kernel Oil Pte Ltd. Syarif menyebut uang itu diterima Bambang karena telah membantu Kernel Oil dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES.

Namun dalam proses tendernya, ada salah satu rekanan yang diundang yaitu perusahaan Dubai bernama Emirates National Oil Company (ENOC). PES disebutkan KPK seolah-olah bertransaksi dengan ENOC, padahal bukan karena telah diatur Bambang agar PES bertransaksi dengan Kernel Oil.

Bambang pun menerima uang suap dari Kernel Oil atas bantuannya. Suap itu diterima Bambang melalui rekening perusahaan yang sengaja dibuatnya untuk menampung uang haram yaitu Siam Group Holding Ltd. Perusahaan itu berkedudukan hukum di British Virgin Island yang sudah terkenal sebagai salah satu tax haven country.




Latar Belakang Pembentukan Petral dan PES

Pada saat itu PT Pertamina (Persero) memiliki target menciptakan ketahanan nasional di bidang energi. Untuk mewujudkan target itu maka Pertamina memiliki fungsi Integrated Supply Chain (ISC) yang tugasnya melaksanakan kegiatan perencanaan, pengadaan, tukar menukar, penjualan minyak mentah, intermedia, serta produk kilang untuk komersial dan operasional.

Untuk itu Pertamina membentuk anak perusahaan demi melaksanakan fungsi ISC itu. Dibentuklah Pertamina Energy Trading Limited (Pertal) yang berkedudukan hukum di Hong Kong dan Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES) yang berkedudukan hukum di Singapura.

Petral tidak punya kegiatan bisnis pengadaan dan penjualan yang aktif. Sedangkan PES menjalankan kegiatan bisnis utama yaitu pengadaan dan penjualan minyak mentah dan produk kilang di Singapura untuk mendukung perusahaan induknya yang bertugas menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional. (haf/dhn)