Waspadalah! Teroris Manfaatkan Momen Mudik
Kamis, 27 Okt 2005 11:09 WIB
Jakarta - Pelaku teror dan peledakan bom ternyata masih menghantui keamanan Jakarta. Disinyalir, para pelaku teror ini akan memanfaatkan momen mudik untuk menjalankan aktivitasnya."Momentum mudik menjadi perhatian khusus polisi. Sebab, kemungkinan para pelaku teror bom menggunakan momentum mudik ini dalam melakukan aksinya," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani.Pernyataan itu disampaikan Firman usai menghadiri gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2005 di Lapangan Dirlantas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (27/10/2005).Khusus untuk mengantisipasi aksi para teroris, Firman memfokuskan pasukannya pada 18 titik rawan teror bom. Tidak hanya itu. Firman juga menyiapkan para penembak jitu yang diambil dari Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polda Metro Jaya."Personel Densus 88 juga dilengkapi keahlian jinak bahan peledak atau jihandak, deteksi, intelijen dan penyidik, bila ada kejadian," lanjut Firman.Sejak Rabu 26 Oktober kemarin, Polda sudah menyebar 100 ribu poster pelaku bom Bali II. Selain itu, para kapolsek sudah memanggil para ketua RT dan RW. Sedangkan, kapolres sudah memanggil para tokoh agama."Semua itu dalam rangka mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam antisipasi teror bom. Ini sesuai dengan perintah Kapolri dalam teleconference dua hari lalu, untuk dilaksanakan oleh seluruh Polda," papar Firman.RawanFirman juga menyampaikan, banyak kerawanan yang akan terjadi menjelang dan sesudah Lebaran. Oleh karena itu, kepolisian bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengadakan Operasi Ketupat Jaya 2005."Kerawanannya dari yang paling kecil, yaitu petasan, kebut-kebutan, pencurian, tempat hiburan, sampai yang paling besar, yaitu teror bom," ungkap mantan Kapolda Jawa Timur ini. Untuk itu, ada perkembangan jumlah pos pengamanan yang sudah ada, yaitu dari 124 menjadi 130 pos.Firman melanjutkan, tindakan yang diambil oleh kepolisian berupa langkah preemtif, dengan melakukan kegiatan intelijen di tempat yang sudah menjadi fokus polisi. "Juga tindakan preventif, berupa penjagaan yang diperketat dan peningkatan patroli," tutur Firman.
(ism/)











































