Jokowi ke Papua Lagi Paling Telat Oktober, Resmikan Jembatan Holtekamp

Jokowi ke Papua Lagi Paling Telat Oktober, Resmikan Jembatan Holtekamp

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 12:15 WIB
Jokowi ke Papua Lagi Paling Telat Oktober, Resmikan Jembatan Holtekamp
Presiden Jokowi saat bertemu dengan tokoh-tokoh Papua. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo berencana kembali mendatangi Papua dalam waktu dekat ini. Kedatangan Jokowi ke Bumi Cenderawasih sekaligus untuk meresmikan Jembatan Holtekamp di Jayapura yang sempat terhambat karena masalah sengketa lahan.

"Saya masih mengatur waktu untuk ke Papua, saya masih berusaha di bulan ini, tapi kalau meleset mungkin Oktober lah," ujar Jokowi saat bertemu dengan sejumlah tokoh Papua di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).


Dalam pertemuan dengan para tokoh Papua, Jokowi mengabulkan satu persatu aspirasi mereka. Ia juga mengungkap kedatangannya ke Papua sekaligus ingin meresmikan Jembatan Holtekamp.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin meresmikan jembatan Holtekamp secepatnya," katanya.

Tak hanya itu, Jokowi juga ingin mengecek proyek-proyek infrastruktur di Tanah Papua.

"Dan mengecek jalan-jalan trans Papua yang sudah dibangun Kemen-PUPR yang sudah diresmikan," terang Jokowi.



Seperti diketahui, peresmian Jembatan Holtekamp terkendala masalah sengketa lahan. Padahal pengerjaan jembatan itu sudah selesai.

"Jalan Jembatan Holtekamp, baru saja selesai dibangun. Jembatan merah namanya, itu sekarang nggak bisa diresmikan, karena apa? Masyarakat sudah punya sertifikat. Ada satu bintang emas, datang dia klaim bahwa tanah ini dia beli semua," ungkap Staf Khusus Presiden untuk Urusan Papua, Lenis Kogoya, Jumat (30/8).

Jokowi ke Papua Lagi Paling Telat Oktober, Resmikan Jembatan HoltekampJembatan Holtekamp yang akan diresmikan Jokowi. (Dok. Kementerian PUPR).

Kementerian PUPR menargetkan agar peresmian bisa segera dilakukan. Ditargetkan, bulan September ini peresmian Jembatan Holtekamp di Papua sudah dilakukan.

"Kita harapkan Pemprov dan Pemkot segera bisa menyelesaikan sengketa lahan. Karena ini kan sudah jadwalnya ya, harusnya ini kan Agustus-September sudah bisa selesai," ucap Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja, Sabtu (31/8).
Halaman 2 dari 2
(elz/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads