154 Pelanggar Ditilang di Jakbar, Alasannya Tidak Tahu Ganjil Genap

Rolando F Sihombing - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 11:04 WIB
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Hari Admoko (Rolando/detikcom)
Jakarta - Penerapan perluasan ganjil-genap memasuki hari kedua. Pada pagi hari ini, 154 pengendara di Jakarta Barat dikenai sanksi tilang karena melanggar ganjil-genap.

"Secara keseluruhan hasil tilang hari ini tidak jauh beda dari kemarin, kalau kemarin 153 sekarang malah nambah jadi 154, nambah 1 belum ada perubahan dari angka yang kemarin," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Hari Admoko di Jalan Tomang Raya, Jakbar, Selasa (10/9/2019).


Dari jumlah itu, ada 110 pengendara yang ditahan SIM-nya. Sementara STNK 44. "Semua ada 154," tambah Hari.

Alasan pengendara melanggar, menurut Hari, masih sama, yaitu ketidaktahuan perluasan ganjil-genap. Padahal, kata Hari, rambu-rambu telah dipasang.

"Masih (alasan pengendara tidak tahu ganjil genap). Jadi alasannya masih seperti kemarin, termasuk sebenarnya rambu yang dipasang itu sudah lengkap ya," ujar Hari.



Untuk di Simpang Tomang, yang menjadi salah satu titik masuk perluasan ganjil-genap, Hari mengatakan ada penurunan jumlah tilang. Untuk hari ini, 80 pengendara ditilang di Simpang Tomang.

"Kalau kita perhatikan dari pagi tadi, pukul 06.00-10.00 WIB diberlakukan ganjil-genap, utamanya di simpang Tomang, itu penurunan penggunaan jalur jalan itu oleh kendaraan itu sudah turun sekali, karena apa? Kemarin di simpang Tomang itu kita melakukan penindakan ada 99 dengan tilang, hari ini ada 80," jelas Hari.


Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya memaparkan ada ratusan pelanggar di hari pertama perluasan ganjil-genap. Angka tersebut direkap dari semua wilayah di Jakarta.

"Dari 5 wilayah DKI ditambah Polda Metro Jaya, kita sudah mengambil penindakan dengan represif itu 941. Hari ini 941 ditilang dari Jakut sampai Selatan, Barat, Timur," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/9).

Sistem ganjil-genap diberlakukan di 25 ruas di wilayah DKI Jakarta dengan durasi diperpanjang menjadi pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Para pengemudi yang melanggar akan dikenai sanksi denda Rp 500 ribu. (idh/idh)