Ketua DPR:
Tinjau Kenaikan Anggaran Presiden
Kamis, 27 Okt 2005 11:04 WIB
Jakarta - Satu hari menjelang disahkan, Ketua DPR Agung Laksono meminta agar kenaikan anggaran kepresidenan ditinjau ulang. Menurut Agung, kenaikan anggaran kepresidenan yang mencapai 57 persen itu terlalu tinggi."Saya kira kalau kenaikannya begitu besar, tentu harus dipertimbangkan kembali. Kita minta ditinjau kembali jangan sampai terlalu tinggi," kata Agung saat dicegat wartawan usai menjenguk mantan Presiden Megawati di RS MMC, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/10/2005).Seperti apa langkah DPR untuk meninjau ulang anggaran kepresidenan itu, Agung belum bisa detail menjelaskan. Agung juga belum bersedia menyatakan akan menolak atau menerima kenaikan anggaran tersebut."Saya akan bicara dengan Panitia Anggaran. Saya belum bisa menyatakan setuju atau tidak setuju karena belum melihat angkanya. Tapi kenaikannya hampir 60 persen itu kenaikan yang tinggi di tengah keadaan yang sulit ini," tandas Agung.Anggaran kepresidenan yang tercantum dalam RAPBN 2006 akan disahkan dalam sidang paripurna DPR, Jumat (28/10/2005) besok. Ketua Panitia Anggaran Emir Moeis, Rabu (26/10/2005) menyatakan anggaran itu bisa ditinjau ulang jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkenan.Istana sendiri lewat Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan Presiden SBY tidak mengetahui anggaran kepresidenan naik hingga 57 persen. Namun pernyataan Andi tersebut dibantah Menkeu Jusuf Anwar.Menurut Menkeu, kenaikan anggaran sudah dirapatkan dalam rapat kabinet dan Presiden SBY telah memberikan persetujuan terhadap semua anggaran yang diajukan pemerintah, termasuk kenaikan anggaran kepresidenan.
(iy/)











































