Round-Up

Catatan dari Perluasan Ganjil Genap Hari Perdana

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 22:01 WIB
Foto ilustrasi ganjil genap (Jefrie Nandy/detikcom)
Jakarta - Hari pertama perluasan ganjil genap di Jakarta telah selesai. Ada sejumlah catatan peristiwa sepanjang waktu perdana penerapan pembatasan lalu lintas di jalanan Ibu Kota ini.

Dinas Perhubungan DKI memberlakukan sistem ganjil genap di 25 ruas di wilayah Jakarta. Sistem ganjil-genap ini durasinya diperpanjang menjadi pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Bagi para pengemudi yang melanggar, akan dikenai sanksi denda Rp 500 ribu.



Senin (9/92019) pukul 06.35 WIB pagi hari, suasana Jalan Pramuka arah Matraman Jakarta Timur masih terpantau lancar. Kendaraan yang melintas terlihat mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Masih ada yang tidak tahu

Uji coba perluasan ganjil genap memang sudah dimulai pada 8 Agustus lalu hingga 6 September pekan kemarin. Namun masih saja ada pengguna mobil yang belum paham, tidak tahu, dan lupa tanggal.

Di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat, misalnya. Polisi menindak tiga kendaraan yang berpelat nomor genap. Kendaraan tersebut mengarah dari Jalan S Parman dan Exit Tol Tomang menuju arah Harmoni.



"Saya belum tahu, Pak," kata pengendara yang melanggar ganjil genap kepada polisi. Hari ini adalah hari ganjil, tapi dia menggunakan mobil berpelat nomor genap.

Di Jalan Pramuka juga sama, masih ada kendaraan-kendaraan berpelat nomor genap di hari ganjil ini. Jalan Gunung Sahari, Jakpus, Senin (9/9/2019) sekitar pukul 09.30-10.00 WIB. Tampak ada tiga mobil berpelat genap yang melintas di jalan tersebut. Tak ada polisi yang menilang ketiga mobil tersebut. Dua petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga tak memberhentikan mobil yang melanggar itu.

Di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, juga sama saja. Sudah ada 4 kendaraan kena tilang padahal jam baru menunjukkan pukul 06.00 WIB.

"Saya dari Serpong, nggak tahu saya Pak," ucap pengendara yang terkena tilang.



Suami Dewi Perssik, Aang Angga Wijaya terkena tilang ganjil genap di ruas Jalan Fatmawati, Jaksel. Mobil Jaguar yang dikemudikan suami Dewi Perssik berpelat genap.

"Jadi saya belum tahu, saya melanggar ya nggak apa-apa, kebetulan baru hari ini, jadi saya nggak tahu," kata Angga.
Catatan dari Perluasan Ganjil Genap Hari Perdana Foto ilustrasi (Jefrie Nandy/detikcom)


941 pelanggar ganjil genap pagi

Sore hari, polisi menyampaikan telah ada ratusan, nyaris seribu pelanggar ganjil genap. "Dari 5 wilayah DKI ditambah Polda Metro Jaya kita sudah mengambil penindakan dengan represif itu 941. Hari ini 941 ditilang dari Jakut sampai Selatan, Barat, Timur," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir di Polda Metro Jaya.



Dari 941 pelanggar yang ditilang, polisi menyita barang bukti berupa 324 lembar surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan 617 lembar surat izin mengemudi (SIM).

Polisi juga kena tilang

Ada ratusan polisi yang juga ditilang karena melanggar aturan ganjil-genap. "Polisi yang ditindak terhadap ganjil genap bukan cuma satu dua, ada ratusan. Jangankan polisi di luar Lantas, yang di dalam Lantas juga banyak (ditindak), beneran," kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP M Nasir.

Nasir mengungkapkan, dari hasil perekaman kamera E-TLE pun, banyak polisi yang kena tilang. Namun, kendaraan dinas Polri, TNI, termasuk kendaraan dinas pejabat negara tertentu tidak kena ganjil genap.

Sempat macet

Ternyata, sebagaimana Jakarta pada jam-jam sibuk, ada kemacetan di hari pertama sistem ganjil genap. Pantauan detikcom, terlihat antrean kendaraan di Jalan Pramuka, Jakarta Timur sekitar pukul 08.08 WIB. Padahal jalan tersebut masih terpantau lancar sejam sebelumnya.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin menyampaikan analisa mengenai penyebab kemacetan di Jalan Pramuka tersebut. Menurut dia, kemacetan mundur sekitar 30 menit.



Kemacetan ini terpantau di Jalan Pramuka menuju Jalan Salemba Raya. Kendaraan menuju Tugu Proglamasi juga menurutnya mempengaruhi kemacetan tersebut.

Kendraan yang bebas ganjil genap

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan lalu meneken peraturan gubernur (pergub) tentang perluasan sistem ganjil-genap. Anies pun memberikan insentif bebas ganjil genap untuk kendaraan listrik.

Mengutip Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2019 yang diparaf 6 September 2019 lalu, motor listrik dan mobil bebas ganjil genap. Selain kendaraan listrik, yang tak kena ganjil genap adalah kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas, ambulans, pemadam kebakaran, hingga kendaraan presiden/wakil presiden.


(dnu/zak)