detikNews
Senin 09 September 2019, 20:58 WIB

Tangis SBY Saat Lagu 'Candle in the Wind' Dinyanyikan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Tangis SBY Saat Lagu Candle in the Wind Dinyanyikan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diapit kedua putranya. (Grandyos Zafna/detikcom)
Bogor - Air mata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak menetes. Tetesan air mata itu terjatuh saat lagu 'Candle in the Wind' dinyanyikan penyanyi Joy Tobing dalam acara pidato kontemplasi SBY.

Pantauan detikcom di Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019), momen itu terjadi usai SBY menyampaikan pidato kontemplasinya. Joy Tobing didapuk membawakan beberapa lagu, salah satunya 'Candle in the Wind' milik Elton John.

SBY dan kedua putranya, yang duduk di barisan kursi terdepan, tampak menikmati lagu yang didendangkan. Di tengah-tengah lagu, mata SBY mulai tampak berkaca-kaca.


Air mata pun kemudian menetes dari mata Presiden ke-6 RI itu. SBY pun tampak mengeluarkan sapu tangan dan mengelap matanya.

Lagu 'Candle in the Wind' sendiri merupakan salah satu lagu kesukaan mendiang sang istri, Ani Yudhoyono. Tepat hari ini juga merupakan 100 hari meninggalnya Ani Yudhoyono. Ani meninggal dunia karena sakit kanker pada 1 Juni 2019.

"Loneliness was tough. The toughest role you ever played. Hollywood created a superstar. And pain was the price you paid. Even when you died. Oh the press still hounded you. All the papers had to say. Was that Marilyn was found in the nude," begitu penggalan lirik lagu tersebut.

Tangis SBY Saat Lagu 'Candle In The Wind' DinyanyikanFoto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom




Sebelumnya, SBY menyampaikan pidato kontemplasi pada hari ulang tahunnya yang ke-70. Ada rasa sedih terselip di hati SBY karena tak ada Ani Yudhoyono yang mendampinginya.

"Ini adalah hari ulang tahun yang pertama, yang di tengah malam yang hening, tak ada yang memeluk saya sambil membisikkan kata-kata yang indah 'selamat ulang tahun, Pepo, happy birthday, panjang usia, bahagia, dan sukses selalu'," ucap Ketum Partai Demokrat ini dalam pidato kontemplasinya.

"Karena orang yang setiap tahun, 100 hari yang lalu sudah berpulang ke Rahmatullah. Istri tercinta akan selalu di hati saya, menyatu dengan memori indah yang kami bangun selama 43 tahun bersama," sambung SBY.


Selain itu, SBY mengaku bahagia dan bersyukur bisa merayakan ulang tahun yang ke-70. Tetapi rasa syukur itu dibarengi rasa duka karena SBY baru saja ditinggal sang ibunda, Siti Habibah, 10 hari yang lalu.

"Rasa syukur dan bahagia tersebut berbarengan dengan rasa haru dan duka. Sepuluh hari yang lalu, sepuluh hari jelang hari kelahiran saya ini, ibunda tercinta yang melahirkan saya 70 tahun lalu tepat tangga 9 September 1949, telah dipanggil Allah SWT," kata SBY.
(mae/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com