Mayoritas Pelanggar Ganjil-Genap di Jakpus Ngaku Lupa Tanggal

Jefrie Nandy S - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 18:54 WIB
Petugas menindak pengemudi melanggar kebijakan ganjil-genap di Jakarta Pusat. (Jefrie Nandy/detikcom)
Jakarta - Perluasan ganjil-genap resmi diterapkan di DKI hari ini. Pagi tadi, ada sebanyak 42 pengemudi yang ditilang karena melanggar kebijakan ganjil-genap.

"Untuk pagi hari kita di Satlantas Jakarta Pusat tadi pagi kita hanya 42 pelanggaran. Dari pembagiannya bahwa untuk SIM itu kita kenanya 29, STNK-nya 13," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak saat ditemui di simpang Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Pengemudi diberikan surat tilangPengemudi diberi surat tilang. (Jefrie Nandy/detikcom)

Dia mengatakan, untuk sore hari ini, belum diketahui jumlah pelanggar yang ditindak. Sebab, petugas masih melakukan pemantauan pada pukul 16.00-21.00 WIB nanti.


Harlem mengatakan mayoritas pengemudi ditindak karena mengaku lupa bahwa hari ini adalah tanggal ganjil. Selain itu, ada yang mengaku belum mengetahui ruas jalan yang sudah diberlakukan perluasan ganjil-genap.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Harlem SimanjuntakKepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak (Jefrie Nandy/detikcom)

"Paling alasannya itu, lupa tanggalnya genap atau bukan. Terus ada yang belum tahu bahwa di sini juga kena ganjil-genap. Yang saya pantau itu.



Namun, secara umum, Harlem mengatakan sudah banyak pengguna jalan lainnya yang sudah memperhatikan pemberlakuan kebijakan perluasan ganjil-genap pada hari ini. Harlem, yang seharian ini memantau pelaksanaan, mengaku melihat jumlah kendaraan yang melintas sudah lebih sepi karena menuruti kebijakan ganjil-genap.


Salah satu rambu peringatan ke pengemudi zona pemberlakuan ganjil genapSalah satu rambu peringatan ke pengemudi zona pemberlakuan ganjil-genap. (Jefrie Nandy/detikcom)

Dia mengatakan karena sosialisasi perluasan ganjil-genap sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, para pengguna sadar dan paham soal kebijakan ini. Dia mengatakan penerapan perluasan ganjil-genap di hari pertama ini berjalan lancar. Termasuk tak ada pengemudi yang mengeluhkan soal rambu-rambu peringatan lokasi pemberlakuan ganjil-genap.

"Nah, kalau soal rambu yang kita berhentikan pada saat ini dari pagi kayaknya belum, karena memang rambu yang kita pasang sudah rambu standar dan memang gampang dibaca. Artinya, kan kalau dia cukup jauh membacanya ya nggak bisa. Tapi itu sudah jadi standar ukuran rambu ya seperti itu. Hurufnya juga cukup jelas untuk dibaca," ujarnya.

Untuk diketahui, perluasan kawasan ganjil-genap diberlakukan mulai Senin (9/9). Pada pukul 06.00-10.00 WIB hari pertama penindakan ganjil-genap, terdapat 941 pengendara yang terkena tilang karena melanggar aturan tersebut. (jbr/mei)