Anies Minta Pasar Seni Ancol Jadi Tempat Rujukan Kesenian

Anies Minta Pasar Seni Ancol Jadi Tempat Rujukan Kesenian

Akfa Nasrulhak - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 18:22 WIB
Foto: Ancol
Foto: Ancol
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang telah menghibur pengunjung Pasar Seni Ancol. Ia berharap dengan membuka ruang kesenian tradisional, Jakarta menjadi rujukan kesenian yang tumbuh dan berkembang.

Salah satunya, pada Sabtu malam (7/9/2019) di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, dalang cilik Barata Wicaksana menjadi pembuka gelaran bertajuk 'Pandawa Kumpul'. Menurut Anies, kegiatan tersebut menjadi babak baru di tengah kemajuan kota, namun tidak sampai tercerabutnya akar budaya.

"Saya bersyukur malam hari tersebut menjadi babak baru dan berharap agar Kota Jakarta menjadi tempat di mana kemajuan tidak tercerabut dari akar budaya. Di mana peradaban memiliki akar yang kuat dalam tradisi Indonesia dan itu artinya memberikan ruang kepada tradisi untuk dilestarikan dan dikembangkan," ujar Anies, dalam keterangan tertulis, Senin (9/9/2019).


Anies menambahkan, menandai babak baru tahun lalu Kota Tua sudah dibuka kembali untuk dipakai pagelaran wayang dan rencananya pada 14 September mendatang akan hadir wayang kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono di balai kota. Selain itu, pada 9 November 2019 juga kembali digelar di Pasar Seni Ancol.

Anies berharap, kegiatan tersebut dibuat rutin di Ancol. Tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali dalam setahun, dan jadikan Pasar Seni menjadi tempat untuk rujukan kesenian yang tumbuh dan berkembang.

Ke depan, lanjut Anies, Jakarta akan menjadi rumah dalam kegiatan seni, apalagi seni pewayangan. Karena yang unik di Indonesia bukan hanya keberagamannya tetapi juga persatuannya.

"Indonesia itu beragam dan bersatu, untuk bersatu harus memiliki kemampuan untuk memahami, menghormati, dan hal tersebut merupakan turunan dari mengerti karakter dan tenggang rasa," ujarnya.

Anies menambahkan, pagelaran wayang menjadi salah satu cara mengerti karakter antar individu dan kelompok. Pesan-pesan kemanusiaan, dakwah, dan sosial disalurkan dengan cara yang sangat halus, masuk ke dalam pikiran dan batin.

"Hal ini sangat dibutuhkan di Jakarta yang merupakan kota yang menjadi simpulnya persatuan Indonesia. Oleh karena itu diharapkan agar Ancol, balai kota dan tempat lainnya rutin menyelenggarakan pagelaran semacam ini yang dapat mendorong persatuan bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali mengatakan konten seni dan budaya di Pasar Seni akan terus ditambah jumlahnya agar dapat menjadi tempat referensi kesenian tradisional Indonesia. Menurutnya, pagelaran wayang kulit ini merupakan salah satu wujud kepedulian Ancol dalam rangka turut mengembangkan kebudayaan Indonesia khususnya Jawa.



Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Kondang Sutrisno turut memberikan apresiasi dan mendukung Pasar Seni sebagai wadah pengembangan budaya Indonesia, khususnya wayang kulit.

Dalam acara tersebut, lakon Padawa Kumpul yang di dalangi oleh Ki Sri Kuncoro mengisahkan tentang para kurawa merekayasa untuk menguasai negara Astina. Selain itu mengisahkan Pandawa Lima yang sedang dikucilkan oleh para kurawa dan beranggapan Pandawa tidak bisa kembali lagi selama bertahun tahun.

Suatu ketika, negara wiratha sedang dalam keadaan gonjang ganjing. Rajanya yang bernama Matswopati mencari seorang kesatria untuk membantu meredam kericuhan negara Wiratha. Akhirnya Seto anak Raja Matswapati menemukan Bima yang menyamar sebagai seorang tukang jagal bernama Jagal Abilawa di desa salah satu bawah negara wirata tersebut.

Jagal Abilawa sangat berpotensi untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan di Negara Wiratha. Akhirnya para Pandawa yang menyamar menjadi rakyat jelata yang berbudi pekerti baik, membantu negara wiratha yang sedang gonjang ganjing keluar dari permasalahannya.


Tonton juga video "Anies Ingin Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi Alternatif di Jakarta":

[Gambas:Video 20detik]

(akn/akn)