Kata Sekwan soal Alasan Anggota DPRD Banten Gadai SK demi Uang Tunai

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 17:49 WIB
Ilustrasi Pelantikan Anggota DPRD Banten 2019-2024 (Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang - Meski baru sepekan dilantik, sejumlah anggota DPRD Banten menggadaikan surat keputusan (SK) demi berutang ke perbankan. Jumlah yang dipinjam variatif hingga ratusan juta dengan plafon 1-2 tahun.

Sekretaris DPRD Banten Deni Hermawan mengatakan perbankan merasa aman memberikan pinjaman ke anggota Dewan. Sedangkan anggota DPRD disebut punya berbagai alasan menggadaikan SK.

"Daripada minjem ke rentenir, kan mau sekolahin anak, kebutuhan perbaikan rumah, kan dimungkinkan seperti itu," kata Deni saat dihubungi detikcom, Senin (9/9/2019).


Deni membeberkan, rata-rata yang dipinjam itu jumlahnya ratusan juta. Bocoran yang ia sampaikan plafon yang diberi perbankan rata-rata 1-2 tahun pinjaman. Pinjaman menurutnya banyak diajukan ke perbankan daerah seperti Bank Banten.

Namun Deni enggan memerinci berapa jumlah gaji dan tunjangan yang diterima anggota DPRD Banten. Komponen penghasilan anggota DPRD terdiri atas sejumlah komponen seperti anggaran tunjangan keluarga, transportasi, dan tunjangan representasi memungkinkan DPRD untuk menggadaikan SK ke perbankan.



Selain itu, menurut Deni, perbankan relatif mempermudah pemberian pinjaman. "Itu bebas wilayah pribadi, perbankan juga merasa nyaman bekerja sama dengan penghasilan tetap seperti ini karena lancar," ujarnya.

Ada 10 anggota DPRD Banten yang disebut menggadaikan SK demi pinjaman ke bank. Gadai SK ini juga sudah biasa dilakukan oleh dewan-dewan sebelumnya.

Bahkan 50 persen anggota Dewan sebelumnya pernah menggadaikan SK demi pinjaman uang ratusan juta ke bank. (bri/fdn)