Kabut Asap Makin Pekat, Siswa SD di Jambi Diliburkan

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 12:50 WIB
Foto: Siswa SD di Jambi diliburkan (Ferdi-detikcom)
Jambi - Sejumlah sekolah dasar (SD) di Jambi, diliburkan menyusul pekatnya kabut asap. Bencana kabut asap yang terjadi di Jambi dampak dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik.

Pemerintah Kota Jambi kembali mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa-siswi sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK dan Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 1 hingga kelas 4.

"Berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, bahwa kecenderungan kondisi kualitas udara pada malam hingga pagi hari ini berfluktuatif atas nilai Particulate Matter (PM2.5) atau partikel debu di udara pada kategori tidak sehat. Dengan hal ini tentang antisipasi dampak kabut asap, Pemerintah Kota Jambi kembali mengeluarkan kebijakan hari ini guna melindungi siswa sekolah dari dampak asap untuk meliburkan sekolah mulai dari PAUD, TK serta SD kelas 1 hingga kelas 4, dan untuk kelas 5 dan kelas 6 dikurangi masuk jam 9.00 WIB, pulang jam 13.00 WIB," kata Kabag Humas Kota Jambi, Abu Bakar kepada wartawan, Senin (9/9/2019).



Kabut asap di Kota Jambi sejak seminggu terakhir mulai terasa pekat. Asap yang pekat itu mulai terasa pada malam hari hingga pagi harinya, di mana kualitas udara pada malam hari bisa memasuki level tidak sehat hingga berbahaya.



Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi hingga kini masih belum dapat dipadamkan. Api yang terus menyala menyebakan hampir ribuan hektar lahan gambut terbakar disana.

Kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di 3 kecamatan yaitu di Kecamatan Dendang, Berbak dan Sadu. Lahan itu hingga kini belum dapat dipadamkan karena kondisi api yang besar dan akses jalan jalur darat yang sulit.


(rvk/rvk)