"Nah untuk ojol, contohnya itu di Dukuh Atas kita sudah siapkan spacenya di stasiun Sudirman, sudah kita kolaborasikan dari perusahaan aplikasi dari gojek bersama lahan pasar di Blora. Jadi, sekarang tidak ada lagi yang tak beraturan. Untuk yang lainnya termasuk Pasar Minggu, ini pun pola ini akan sama kita lakukan," ujar Syafrin saat dihubungi, Minggu (8/9/2019) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya kita akan dorong, sehingga kita aplikasikan dari perusahaan aplikasi bersama penyedia lahan yang ada di sekitaran stasiun untuk berkolaborasi, kemudian kerja sama sehingga tercipta suasana yang tertib, dan ada keteraturan di kawasan tersebut," katanya.
Diketahui, trotoar di kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akhir-akhir ini dikeluhkan warga hingga para pengguna KRL. Sebab, trotoar untuk para pedestrian atau pejalan kaki itu dipadati oleh motor-motor para pengemudi ojek online (ojol) yang terparkir.
Pantauan detikcom, Sabtu (7/9), pukul 13.35 WIB, terlihat beberapa motor pengemudi ojek online yang berjejeran parkir di atas trotoar yang juga digunakan sebagai akses keluar masuk ke Stasiun Pasar Minggu. Tak hanya menjadi tempat parkir, trotoar bahkan digunakan sepeda motor untuk berlalu-lalang.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Christianto juga telah angkat bicara terkait keresahan warga ini. Menurut Christianto Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang membahas lokasi parkir atau mangkal khusus ojol.
"Dinas lagi cari lagi (lahan) kan. Kadang-kadang ada lahan tapi yang punya tidak ngasih kan, gitu," ucap Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Christianto, saat dihubungi, Sabtu (7/9).
(zap/gbr)











































