Round-Up

Palak Pedagang di Tanah Abang, 4 Pak Ogah 'Dikandangkan'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2019 20:30 WIB
Foto: Polisi menjamin kawasan Blok F Tanah Abang aman usai aksi viral pemalakan. (Jefrie Nandy-detikcom)
Jakarta - Sebanyak 4 dari 10 orang yang ditangkap polisi terkait aksi pemalakan di kawasan Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditetapkan jadi tersangka. Keempatnya resmi ditahan polisi.

Keempat tersangka adalah Tasiman (22), M Iqbal Agus (21), Muhammad Nur Hasan (26), dan Supriyatna (40). Mereka terancam hukuman 9 tahun bui.

"Empat orang tersangka dan sudah ditahan dengan ancaman Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," jelas Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukam Cahyono saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/9/2019).


Sementara enam orang lainnya, termasuk seorang perempuan, diserahkan ke panti dinas sosial untuk dilakukan pembinaan. Keenam orang itu diserahkan ke Dinsos karena tidak cukup bukti untuk diproses hukum.

Lukman menyebut keempat tersangka adalah pengangguran yang mencari uang dengan menjadi juru parkir liar hingga pengatur lalu lintas atau 'Pak Ogah'. Lukman mengatakan para pelaku bukan kelompok preman yang terorganisasi.

"Ya mereka ini sebetulnya rata-rata jukir liar dan 'Pak Ogah' yang sering nongkrong di kawasan Blok F. Sebetulnya bukan kelompok atau preman yang terorganisir," tutur Lukman.

"Mereka ini sifatnya perseorangan yang biasa di Tanah Abang dan memang mereka melihat peluang, sehingga mereka memanfaatkan untuk mencari tambahan uang untuk hidup mereka," tambah Lukman.

Namun aksi para pelaku dilakukan tidak secara sukarela. Mereka meminta uang secara paksa, bahkan menghalang-halangi pedagang yang hendak melintas di lokasi.
Selanjutnya
Halaman
1 2