Kisruh Dana SLT, Satu Lagi Kantor Kades di Langkat Dirusak

Kisruh Dana SLT, Satu Lagi Kantor Kades di Langkat Dirusak

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2005 02:21 WIB
Medan - Perusakan kantor kepala desa seolah menjadi tren pascakisruhnya penyaluran dana subsidi langsung tunai (SLT). Menyusul aksi dua hari lalu, pada Rabu (26/10/2005) kembali terjadi pengrusakan kantor kepala desa di Kabupaten Langkat. Kali ini, massa juga membakar mobiler kantor.Kali ini yang mengamuk sekitar 100 warga miskin Desa Kualabegumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, sekitar 70 kilometer dari Medan. Warga marah karena tidak terdata sebagai keluarga penerima dana kompensasi BBM.Warga mengeluhkan sikap aparat desa yang diskriminatif dalam pendataan warga miskin. Dari 2.230 keluarga miskin atau 8.563 jiwa warga Kualabegumit, hanya 506 keluarga yang terdaftar sebagai penerima dana SLT."Kami tidak terdata sebagai penerima uang kompensasi itu. Malahan keluarga kepala desa dan aparatnya yang dapat," kata Anto, salah satu warga Kualabegumit.Sebagai bentuk protes, pada Rabu siang massa mendatangi kantor kepala desa untuk minta kejelasansoal pendataan. Namun, Alfian selaku kepala desa ternyata tidak berada di tempat. Massa menjadi kesal karena Sekretaris Desa Surya dan staf kades Tuti buru-buru meninggalkan kantor begitu melihat massa berdatangan.Karuan saja massa menjadi emosi dan mulai melempari kantor desa dengan batu sehingga kaca-kaca pecah. Setelah mendobrak pintu massa kemudian mengobrak-abrik seluruh mobiler di ruangan. Sebagian massa kemudian menggotong mobiler tersebut ke halaman kantor dan membakarnya, berikut sejumlah dokumen yang ditemukan di dalam kantor.Warga di sekitar kantor desa yang awalnya takut mendekat, kemudian berusaha memadamkan api sehingga tidak merambat menjadi lebih besar.Dalam kasus sebelumnya, Senin (24/10/2005), puluhan warga Desa Banyumas, juga di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat memecahkan kaca-kaca kantor kepala desa dan merusak plang nama karena tidak didaftar sebagai penerima SLT dari program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads