Menhut: Cukong Kayu Illegal Logging Hembuskan Isu Reshuffle
Rabu, 26 Okt 2005 19:07 WIB
Jakarta - Hembusan angin isu reshuffle kabinet makin meluas. Disinyalir, cukong-cukong kayu yang bermain dalam praktek illegal logging, turut 'meramaikan' dorongan perombakan kabinet."Mereka (cukong kayu) siap membayar mahal pihak-pihak tertentu yang menghembuskan isu reshuffle," ujar Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban dalam acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Denpasar Raya No 15, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2005). Menurut Kaban, cukong tersebut sudah menyiapkan uang berapa pun jumlahnya. Untuk itu, menteri usungan PBR ini meminta, agar Presiden tidak terpengaruh terhadap isu-isu tersebut ini. "Saya yakin, Presiden punya standar penilaian sendiri terhadap kinerja bawahannya, " yakin Kaban.Kaban mengaku tidak khawatir terhadap isu yang berkembang belakangan ini. "Itu hak prerogatif Presiden. Saya serahkan saja pada Presiden. Beliau juga tidak perlu terpengaruh terhadap manuver politik seperti ini," papar Kaban.Kaban meyakini, reshuffle tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa sekarang ini."Kondisi kita yang sekarang ini lebih banyak disebabkan faktor-faktor eksternal, " jelas kaban.Selama setahun ini, Kaban mengaku masih belum puas terhadap upaya pemberantasan illegal logging. Dari 43 nama cukong yang dikantongi Kaban, baru 13 orang yang sudah diproses. "Itu pun beberapa orang sudah divonis bebas. Standar saya adalah praktek illegal logging di-stop," papar Kaban.
(ism/)











































