Bisakah Babi dari Indonesia Berenang 62 Km di Selat Malaka?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 15:38 WIB
Foto ilustrasi invasi babi lewat Selat Malaka ke Malaysia. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)

Kekuatan Arus Selat Malaka

Dalam tulisan berjudul 'Karakteristik Oseanografi Fisika Perairan Estuaria Bengkalis Berdasarkan Data Pengukuran In-Situ' karya Khairul Amri dkk, disebutkan bahwa pergerakan arus di wilayah Selat Malaka didominasi arus pasut (arus pasang-surut) dengan kecepatan arus permukaan rata-rata 0,07-1,19 m/detik.

Mampukah babi-babi Indonesia itu berenang melintasi salah satu selat tersibuk di dunia? Bukan hanya sibuk, Selat Malaka juga berarus kencang. Dugaan bahwa babi itu berasal dari Indonesia dinyatakan oleh Ketua Komisi Pertanian, Berbasis Agro, Pembangunan Kewirausahaan dan Koperasi Malaka, Norhizam Hassan Baktee.


Namun Norhizam tak menyebut spesifik dari mana asal babi Indonesia yang dia maksud itu, apakah dari Pulau Rupat atau pulau lain. Namun yang jelas, Pulau Rupat adalah pulau terdekat dari wilayah Indonesia ke Pulau Besar, Malaysia. Semakin jauh jaraknya, kian kecil peluang babi-babi itu menyeberang lautan.

Namun dugaan invasi oleh babi hutan Indonesia disangsikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia. Pasalnya, KLHK menilai jarak tempuh yang diseberangi babi hutan terlampau jauh.

"Intinya mereka bisa, migrasi dan menyeberang mereka bisa. Cuma dipertanyakan 17 km-nya saat menyeberangi Selat Malaka," kata peneliti Litbang KLHK, Dr Titiek Setyowati, saat dihubungi, Kamis (5/9/2019). Jarak antara Pulau Rupat ke Pulau Besar bukan 17 km saja, tapi juga lebih dari 60 km.
Halaman

(rdp/dnu)