Bisakah Babi dari Indonesia Berenang 62 Km di Selat Malaka?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 15:38 WIB
Foto ilustrasi invasi babi lewat Selat Malaka ke Malaysia. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta - Otoritas Malaka di Malaysia mengklaim ada invasi babi hutan dari Indonesia yang masuk ke wilayahnya melalui perairan Selat Malaka. Para babi hutan ini diduga berenang melewati Selat Malaka yang dikenal sebagai salah satu selat tersibuk di dunia.

Bila benar terjadi, itu semacam 'impossible mission' karena rute invasi pasukan babi Indonesia ini bakal sangat berat.


Dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (6/9/2019), detikcom merangkum informasi soal kondisi Selat Malaka yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia.

Kesibukan Selat Malaka

Menurut informasi yang tercantum di laman resmi Kementerian Perhubungan, Selat Malaka merupakan pusat lalu lintas kapal internasional yang dimiliki oleh lintas tiga negara yang menaunginya, yakni Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Lalu lintas ini berdasarkan kesepakatan tiga negara.

Sementara itu, data 2018 Departemen Perhubungan dari rekaman Vessel Traffic Information System (VTIS) khusus di Selat Malaka menyebutkan setidaknya terjadi 650 call (kapal yang masuk) per hari dengan ukuran besar kapal mencapai 300.000 gross ton.


Berdasarkan skema Straitrep (sistem pelaporan perkapalan), jumlah total kapal yang melintas pada 2018 di lokasi ini sebanyak 85.030 unit (Eastbound dan Westbound TSS). Wilayah Indonesia yang terletak di Selat Malaka dan Selat Singapura sebagian besar berada pada Eastbound side, sehingga jumlah kapal yang melewati wilayah Indonesia di TSS sekitar 42.000 kapal/tahun.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3