Soal Tabrakan Maut Cipularang, KNKT Yakin Overload Truk Bikin Rem Blong

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 14:24 WIB
Ilustrasi kecelakaan di Tol Cipularang (Foto: Yudha Maulana)
Ilustrasi kecelakaan di Tol Cipularang (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya telah mengecek rem truk yang terlibat kecelakaan maut di Tol Cipularang. Dia mengatakan setelah dicek ternyata rem truk tidak bocor, namun KNKT masih mengecek pengaruh overload terhadap rem blong.

"Kita sudah periksa truknya ternyata sistem remnya bekerja dengan baik, tidak ada kebocoran. Nah, kenapa remnya kok bisa blong itu? Kita lagi selidiki kemungkinan nanti kita melakukan dengan metode energi. Kita akan lihat pengaruh overload-nya," kata Soerjanto di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).



Dia menyebut muatan yang dibawa truk itu 37 ton padahal kapasitas muatannya hanya 12 ton. Dia mengaku yakin faktor kelebihan muatan membuat pengereman truk itu tak berjalan dengan baik.

"Saya yakin overload yang segitu banyak akan berpengaruh dengan kemampuan rem dari truk itu," ujarnya.

Soerjanto menjelaskan semakin banyak muatan maka kampas rem pada truk akan cepat panas. Sehingga, kampas rem truk yang kelebihan muatan tidak memiliki daya cengkram yang baik.

"Kalau kampas rem itu panas, kampas rem itu kan bagian atas dari padat akan berubah jadi gas. Nah, itu makin panas makin banyak gasnya, itu kan menjadi lapisan bikin daya cengkramnya berkurang, semakin panas semakin berkurang itu yang menyebabkan remnya blong. Sebetulnya secara sistem itu tidak ada masalah namun karena daya geseknya berkurang karena panas jadi seolah-olah seperti blong," paparnya.

Selain itu, Soerjanto meminta pemerintah tidak menggunakan truk ODOL (Over Dimension Over Load) saat pengerjaan proyek pembangunan pemerintah. Dia berharap hal itu bisa dicontoh instansi lain sehingga truk ODOL tidak lagi digunakan.

"Kami berkirim surat ke Kemenhub, ke Setneg, ke BUMN, minimal proyek pemerintah jangan pakai truk ODOL, kalau proyek pemerintah, BUMN pakai truk ODOL nanti yang lain susah menghilangkan. Harusnya kita pemerintah jadi contoh yakinkan proyek tol, pembangunan pelabuhan, bandar tidak menggunakan truk ODOL," ucapnya.



Polisi sebelumnya telah menetapkan dua tersangka dalam kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang. Kedua tersangka disangka lalai sehingga mengakibatkan kematian orang lain.

"Menetapkan dua orang tersangka," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius dalam jumpa pers, Rabu (4/9).

Kedua tersangka adalah pengemudi truk, yakni Dedi Hidayat (DH) dan Subana (S). Polisi juga mengatakan truk yang dikemudikan tersangka kelebihan muatan.


Simak Video "Polisi Sulit Identifikasi 4 Jasad Korban Tewas Tol Cipularang"

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/haf)