Polri: Yang Ditangkap Ternyata Bukan Mahdi
Rabu, 26 Okt 2005 17:03 WIB
Jakarta - Hanya berselang 2,5 jam setelah pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo perihal penangkapan tokoh ajaran sesat di Palu Tengah, Mahdi (27), Mabes Polri kembali menggelar jumpa pers. Ternyata yang ditangkap bukan Mahdi.Adalah Wakil Kepaka Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko yang meralat pengumuman telah tertangkapnya Mahdi. Menurutnya, penangkapan yang dilakukan oleh petugas Polda Sulteng yang diduga Mahdi pada pukul 14.55 Wita di Palu Barat, ternyata keliru."Setelah diteliti ternyata bukan Mahdi. Sedangkan 20 pengikut Mahdi yang menyerahkan diri masih di hutan, belum dievakuasi," kata Soenarko kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (26/10/2005).Ketika ditanya mengenai siapa orang yang telah ditangkap karena mirip Mahdi, Soenarko enggan menjelaskan. "Yang diduga Mahdi belum diketahui namanya. Sekarang dalam pemeriksaan bersama 7 orang yang telah menyerahkan diri di Mapolda Sulteng," katanya.Soenarko menjelaskan, salah satu polisi yang tewas, yakni Briptu Arwan sudah ditemukan jenazahnya. Arwan di temukan di Rawa Bambu, Palu Tengah. Tak jauh dari jenazah Arwan ditemukan jenazah warga sipil pendukung ajaran Mahdi.Di lokasi tersebut juga ditemukan bayi, yang diduga sudah tiga hari meninggal. Bayi tersebut diduga akan dihidupkan kembali oleh Mahdi yang dikabarkan bisa menghidupkan bayi. Namun identitas bayi tersebut belum jelas.Dengan demikian, lanjut Soenarko, 5 orang tewas dalam bentrokan berdarah antara polisi dengan pengikut Mahdi tersebut. Tiga orang merupakan petugas polisi, dan dua orang warga sipil yang diduga pengikut ajaran Mahdi.
(jon/)











































