Pemerintah Harusnya Tangani Mahdi Tanpa Kekerasan

Pemerintah Harusnya Tangani Mahdi Tanpa Kekerasan

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 16:30 WIB
Jakarta - Pemerintah seharusnya menangani fenomena ajaran Mahdi dengan sikap persuasif dan dialogis, bukan dengan pendekatan keamanan. Peran ulama sebagai tokoh sentral agama seharusnya dilibatkan."Jadi tidak sekonyong-konyong memutuskan pendekatan keamanan yang merupakan pendekatan yang paling ampuh. Seharusnya diajak tukar pikiran terlebih dahulu," kata cendikiawan muslim Dr Komaruddin Hidayat pada detikcom di Jakarta, Rabu (26/10/2005).Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mempertanyakan, apakah Mahdi dan pengikutnya di Palu, Sulawesi Tengah, sudah diajak berdialog atau belum. "Jangan langsung terus diseret, mereka akan melawan karena merasa diancam," tandasnya. Komaruddin tidak keberatan jika ajaran Mahdi disebut ajaran sesat dan keblinger. Hal tersebut bisa dilihat dari pengakuan Mahdi yang mengaku Islam, namun puasa dan salat tidak menjadi keharusan. "Tapi bukan hanya mereka saja yang dikatakan keblinger. Kalau soal keblinger, orang-orang di kota juga keblinger. Apa yang di sana itu juga makan uang rakyat seperti di kota?" tanyanya.Komaruddin melihat fenomena kemunculan ajaran Mahdi disebabkan terisolasinya mereka dalam bidang ekonomi, pendidikan dan agama. Akibat terisolir, ketika muncul seseorang, di mana dia mempunyai beberapa kelebihan, selanjutnya orang tersebut dikultuskan oleh warga setempat."Saya kira sekarang ini di Indonesia dari tingkat intelektual sampai primitif semuanya ada. Karena tidak adanya peran agama, ekonomi dan pendidikan, maka saya kira fenomena ini muncul ke permukaan," tuturnya.Seperti diberitakan, sebuah aliran agama bercampur adat berkembang di pemukiman warga suku asli di Pegunungan Gawalise, sekitar 11 kilometer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tokoh spiritualnya adalah seorang pemuda bernama Mahdi yang berusia 27 tahun. Mahdi dan pengikutnya mengaku beragama Islam. Namun, salat dan puasa bukan keharusan. Ajaran Mahdi ini sudah membuat warga setempat resah. Polisi pun turun tangan untuk meminta keterangan Mahdi. Namun, Mahdi menolak dan meletuslah bentrokan yang mengakibatkan 3 polisi dan 1 warga tewas. (umi/)


Berita Terkait