Sejak Oktober, Pasien 'Sakit Jiwa' di Palembang Bertambah

Sejak Oktober, Pasien 'Sakit Jiwa' di Palembang Bertambah

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 16:01 WIB
Palembang - Meskipun sulit dibuktikan hubungannya, tapi sejak kenaikan harga BBM awal Oktober 2005, jumlah penderita gangguan jiwa di Palembang meningkat. Penderita gangguan jiwa ini berusia 16-45 tahun. Berdasarkan data di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Palembang, saat ini pasien yang memeriksakan diri hingga 26 Oktober 2005 berjumlah 202 orang. Ini terdiri dari 44 pasien baru, sementara 158 orang pasien lama atau kambuhan.Jumlah tersebut bila dibandingkan dengan jumlah pasien pada September atau Agustus jauh lebih besar. Pada bulan Agustus, jumlah pasien sebanyak 172 orang, terdiri dari 78 pasien baru dan 94 pasien lama. Dan pada September, jumlah pasien meningkat menjadi 191 orang, terdiri dari 92 pasien baru dan 99 pasien lama."Rata-rata pasien yang berobat ini pada usia produktif, yakni 16-45 tahun," kata Rahman, karyawan di bagian Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Palembang saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jalan Kol. Burlian, Kilometer 5,5, Palembang, Rabu (26/10/2005).Rahman yang sudah bekerja selama 21 tahun di rumah sakit itu menjelaskan sebagian besar pasien yang berobat ke rumah sakit itu yang terserang penyakit skizofrenia dan umumnya dari kelompok masyarakat menengah ke bawah atau miskin. "Peletupnya macam-macam. Bisa soal pacar, ekonomi atau hal lainnya. Tapi, pasien ini umumnya dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, yang kehidupan ekonominya sulit," katanya.Sementara berdasarkan pemantauan detikcom, di jalanan kota Palembang tampak wajah-wajah baru 'orang gila'. Segelintir orang gila ini selain tidur di emperan, trotoar jalan, juga berkeliling di jalanan. (asy/)


Berita Terkait