Guru & PNS Rendahan Absen THR

Di Makassar

Guru & PNS Rendahan Absen THR

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 14:00 WIB
Makassar - Anggaran DPR dan Presiden berlomba-lomba dinaikkan. Berbeda tajam dengan rakyat kelas bawah yang gigit jari gara-gara tidak dapat THR sesen pun. Nasib apes ini antara lain menimpa para guru di Makassar.Pemkot Makassar telah mengeluarkan keputusan tidak akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pahlawan tanpa tanda jasa itu. Tunjangan guru malah diserahkan peda komite sekolah masing-masing."Harusnya saat lebaran kami juga bisa menikmati THR. Tapi ya, ternyata kenyataannya lain," keluh Hasni, salah seorang guru tetap di SDN Kaluku Bodoa, Makassar.18 Tahun menjadi guru, Hasni sudah terbiasa pasrah dengan nasibnya. "Memang penghasilan selalu pas-pasan," tuturnya.Terlebih sejak kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu. "Sudah naik BBM, penghasilan pun tetap segitu gitu saja," ungkapnya. Hasni juga mempermasalahkan jika tunjangan diserahkan pada komite sekolah. "Itu kalau sekolah yang bersiswa banyak, bagus. Karena tunjangannya bisa besar. Tapi kalau sekolah yang berada di pinggir kota, mana bisa dapat tunjangan kalau siswanya sedikit," tuturnya.Hal yang sama dingkapkan Azis, guru yang mengajar di SMPN 3 Makassar ini, mengaku kecewa dengan keputusan Pemkot Makassar. "Saya pikir nasib guru mulai diperhatikan. Ternyata pemerintah daerah saja yang notabene tahu keadaan guru, tidak memberikan kita THR, apalagi pemerintah pusat," ucapnya. Selain guru, sejumlah pegawai rendahan juga tidak mendapatkan THR. Di antaranya pegawai kesehatan, pegawai tingkat kelurahan dan kecamatan. Dalam kebijakan Pemkot Makassar yang dibacakan oleh Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin, Selasa kemarin (25/10/2005) disebutkan bahwa guru akan mendapatkan tunjangan dari komite sekolah. Tunjangan hanya diberikan kepada pejabat eselon II sampai eselon IV, lurah, dan kepala puskesmas. Dana yang disiapkan untuk tunjangan ini sebesar Rp 600 juta dari APBD. (nrl/)



Berita Terkait