Bentrok Palu
2 Polisi dan 1 Warga Sipil yang Disandera Mahdi Selamat
Rabu, 26 Okt 2005 13:12 WIB
Palu - Nasib dua polisi dan satu warga sipil yang disandera para pengikut ajaran Mahdi akhirnya diketahui selamat. Mereka ditinggal begitu saja hingga akhirnya ditemukan polisi pascabentrokan berdarah di Palu.Kedua polisi tersebut ditinggal oleh kelompok Mahdi di kawasan pegunungan Gawalise bersama dengan seorang warga sipil. Mereka diselamatkan aparat kepolisian yang tengah memburu Mahdi dan pengikutnya.Saat ditemukan oleh petugas kepolisian sekitar pukul 13.00 Wita, Selasa (26/10/2005), dua polisi dan seorang warga sipil itu tengah berusaha mencari pertolongan. Kondisi mereka cukup memprihatinkan.Briptu Rajaman dan Briptu Rizal luka-luka di sekujur tubuhnya dan langsung dibawa ke RS Bayangkara, Palu, Sulawesi Tengah. Demikian juga nasib warga sipil bernama Sugeng, mengalami luka bacokan di bagian kepala. Tampak darah mengering di bagian belakang kepalanya.Hingga pukul 13.30 Wita, keberadaan Mahdi (27) yang bernama asli Arifin itu belum ditemukan. Mahdi bersama pengikutnya melarikan diri di kawasan pegunungan Gawalise. Saat ini petugas kepolisian terus melakukan pengejaran.Pada Selasa (25/10/2005), petugas kepolisian yang hendak meminta keterangan dari Mahdi mengenai ajarannya yang telah meresahkan warga Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, itu berujung bentrok. Tiga polisi dan seorang warga sipil tewas dalam pertikaian itu. Mahdi bersama pengikutnya melarikan diri ke pegunungan Gawalise dengan menyandera dua polisi dan satu warga sipil. Syukurlah akhirnya para sandera dilepas.
(jon/)











































