Ditanya Beban Kerja KPU, Nazar Nangis Tersedu-sedu

Ditanya Beban Kerja KPU, Nazar Nangis Tersedu-sedu

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 12:51 WIB
Jakarta - Isak tangis terdakwa korupsi dana taktis KPU, Nazaruddin Sjamsuddin langsung pecah saat mendengar pertanyaan pengacaranya, Hironimus Dani, soal beban kerja yang dialami anggota KPU untuk menyukseskan Pemilu 2004 lalu.Nazar terlihat larut dalam 'nostalgia' saat-saat genting KPU mempersiapkan Pemilu 2004 dengan waktu yang sangat terbatas.Sambil meneteskan air mata dengan terbata-bata, Nazar menceritakan, waktu itu KPU menghadapi tekanan secara politis dan ekonomis. Bahkan ada sejumlah parpol yang mengancam jika parpolnya tidak diloloskan menjadi peserta pemilu. Ada juga yang menawarkan uang Rp 2 miliar supaya parpolnya diloloskan menjadi peserta pemilu.Tangis Nazar semakin pecah ketika ia menceritakan tentang kinerja anggota KPU yang bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah, yang menurut pengakuannya, hanya dibayar Rp 50 ribu per bulan."Meskipun honornya kecil, tapi hasil yang dikeluarkan begitu luar biasa. Bahkan Pemilu 2004 ini menaikkan citra Indonesia di mata internasional," ungkap Nazar dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor, Gedung Upindo, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (26/10/2005).Rasa haru juga merembet ke istri Nazaruddin, Nurnida, yang menyaksikan jalannya persidangan. Nurnida yang duduk di bangku deretan terdepan tampak menunduk dan menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya. Sedangkan putri Nazar yang duduk di sebelah Nurnida, terlihat berusaha menghapus air mata yang merembes di wajah ibunya.Nazar kembali meneteskan air mata saat ditanya kuasa hukumnya yang lain mengenai perasaan dia sebagai mantan akademisi yang dihormati, namun kini duduk menjadi terdakwa korupsi. Dengan terbata-bata Nazar mengaku perasaannya saat ini campur aduk."Di satu sisi saya bangga sebagai ketua KPU yang bisa menyelenggarakan pemilu dengan sebaik-baiknya. Namun di ujung kinerja saya, saya harus diharapkan dengan sebuah keadaan yang sama sekali saya tidak mengetahuinya, yakni terkait korupsi di tubuh KPU," kata dia.Nazar juga sempat mengeluhkan betapa perih hatinya mendapat hujatan dari kiri kanan, terutama dari kalangan media massa yang tidak memperhatikan sama sekali perasaan dia dan keluarganya yang sangat terpukul dengan pemberitaan korupsi di KPU selama ini.Dalam keterangannya yang lain, Nazar mengaku pernah menerima dana sebesar 45 ribu dolar AS dari Kabiro Keuangan KPU Hamdani Amin. Ia juga mengakui seluruh anggota KPU menerima dana dari Hamdani Amin yang diketahui belakangan hari, dana itu disebut sebagai dana taktis.Namun dia mengaku tidak mengetahui perihal pemberian diskon yang diberikan PT Bumida sebesar 34 persen kepada KPU. (umi/)


Berita Terkait