Menag: Ajaran Mahdi Sesat
Rabu, 26 Okt 2005 12:43 WIB
Jakarta - Ajaran agama yang dicampur dengan adat yang dipimpin Mahdi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dinilai keblinger. Departemen Agama (Depag) pun akan turun gunung melakukan pembinaan."Aliran ini baru tumbuh pada saat saat awal. Kita belum tahu adanya kelompok ini. Kita akan lakukan pembinaan. Ajarannya sangat sesat," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni. Hal ini disampaikan dia usai mengikuti acara pencanangan bulan zakat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/10/2005).Maksudnya apa? "Karena mereka anggap Islam nggak perlu salat dan puasa, ini sudah keblinger," jawab Menag.Seperti diberitakan, sebuah aliran agama bercampur adat berkembang di pemukiman warga suku asli di Pegunungan Gawalise, sekitar 11 kilometer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tokoh spiritualnya adalah seorang pemuda bernama Mahdi yang berusia 27 tahun. Mahdi dan pengikutnya mengaku beragama Islam. Namun, salat dan puasa bukan keharusan. Ajaran Mahdi ini sudah membuat warga setempat resah. Polisi pun turun tangan untuk meminta keterangan Mahdi. Namun, Mahdi menolak dan meletuslah bentrokan yang mengakibatkan 3 polisi dan 1 warga tewas.
(aan/)











































