Akbar Sentil Tunjangan DPR
Rabu, 26 Okt 2005 12:22 WIB
Jakarta - Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung angkat bicara mengenai tunjangan DPR sebesar Rp 10 juta. Dia menilai tunjangan diberikan pada waktu yang tidak tepat."Menurut saya timing-nya kurang tepat. Saat ini kan keadaan sedang prihatin dan susah, jadi seharusnya disesuaikan situasi dan kondisi. Tetapi DPR memang membutuhkan dana yang cukup sehingga dapat bekerja lebih efektif," kata Akbar.Kritik ini dilontarkan Akbar usai menjenguk mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri di RS MMC, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2005).Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan, tunjangan DPR salah satunya diperuntukkan untuk membiayai tenaga ahli di komisi, sehingga dapat bekerja efektif dalam menyusun UU.Apa tidak kegedean? "Itu semua relatif, karena anggota DPR juga mempunyai kewajiban untuk sumbangan partai, fraksi, dan daerah. Biaya politik ini cukup besar. Tetapi bukan berarti saya mengatakan yang ada sekarang ini kurang, ini hanya untuk meningkatkan efektivitas saja," kata Akbar.
(aan/)











































