detikNews
2019/09/03 20:00:36 WIB

Round-Up

Serangan Amien Rais Dianggap Rasis

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Serangan Amien Rais Dianggap Rasis Amien Rais (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Jakarta - Amien Rais mengkritik rencana pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) dan menyebut jika ibu kota pindah maka itu adalah persembahan untuk Beijing. Pernyataan Amien dinilai Rasis.

Ketua Dewan Kehormatan PAN ini awalnya menyebut pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kaltim mempercepat pengambilalihan kedaulatan RI oleh China. Dia pun membawa-bawa nama Presiden China Xi Jinping.

"Saya pikir ini ibu kota itu mempercepat pengambilalihan kedaulatan oleh Republik Rakyat China. Sekali lagi, Xi Jinping ini lebih hebat dari Mao Zedong," kata Amien dalam seminar 'Menyoal Rencana Pemindahan Ibu Kota' di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

"Xi mengatakan bahwa kalau negara-negara Barat bisa menduduki negara lain, negara-negara Barat dalam era kolonialisme bisa menjajah negara lain, mengapa kita tidak?" imbuh dia.



Dia kemudian menuding pemerintah bukan menunggu kajian Bappenas untuk memindahkan ibu kota melainkan menunggu studi Beijing. Amien pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana pemindahan ibu kota. Dia meminta pemerintah tidak perlu berbasa-basi.

"Jadi pesan kita dari ruang ini kepada Pak Jokowi, tentu nggak usah basa-basi ditinjau kembali dan lain-lain. Jadi dibatalkan, selesai. Kita orang Melayu tanpa ada basa-basi," tutur Amien.

Nah, jika pemerintah tetap memindahkan ibu kota negara, maka menurut Amien hal itu dilakukan demi pemerintah China. "Kalau mereka tetap akan mindah ibu kota padahal dipersembahkan untuk Beijing, ini pertanda memang wallahualam," tutur Amien.

Pernyataan Amien itu langsung mendapat kritik. Salah satunya datang dari politikus PDIP Eva Kusuma Sundari yang menyebut Amien sudah pikun dan lupa sejarah.

"Kasihan Amien Rais, sudah pikun. Lupa sejarah bahwa Bung Karno (Sukarno) sejak 1957 sudah ingin pindah ibu kota demi simbol visi kepribadian dan martabat bangsa," kata Eva Kusuma.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com