Subsidi Rakyat Jadi Subsidi DPR

Tunjangan DPR Naik

Subsidi Rakyat Jadi Subsidi DPR

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 10:27 WIB
Jakarta - Kemarahan dan kegeraman terhadap DPR atas naiknya tunjangan operasional angggota dewan Rp 10 juta per bulan belum berakhir. Ada yang menilai dengan kenaikan tunjangan itu, subsidi untuk rakyat telah dialihkan menjadi subsidi untuk DPR.Berikut sejumlah email yang masuk ke redaksi detikcom yang memprotes kenaikan tunjangan DPR tersebut, Rabu (26/10/2005). Penilaian kenaikan tunjangan DPR berarti telah mengalihkan subsidi rakyat menjadi subsidi untuk DPR disampaikan Priadi, warga Bekasi. Dalam emailnya, Priadi menyebut DPR sudah tidak punya nurani lagi. "Sungguh tidak punya nurani...Kalo yang rajin 'BOLOS' saja dapat tambahan 10 juta, gimana yang rajin 'MASUK' (masuk=rajin lobi). Katanya mau mengurangi subsidi ke rakyat untuk mengurangi defisit negara. Bagaimana mau surplus kalo SUBSISI RAKYAT DI PINDAH KE SUBSIDI DPR?" tulis Priadi. Sedangkan Anton Setiawan berpendapat dengan kenaikan tunjangan itu, DPR telah melakukan korupsi dengan memperkaya diri sendiri. Anggota DPR dinilai terlalu egois karena tak peduli pada kehidupan rakyat yang diwakilinya semakin susah. "Bayangin saja rakyat sudah pada mau mati kelaparan, negara sebentar lagi bangkrut mau dijual ke tetangga, eh ini gila-gilaan memperkaya diri sendiri. Gak ingat apa mereka itu udah mengemis-ngemis suara ke rakyat supaya dipilih buat duduk di kursi empuk Senayan, eh ngebalesnya malah bikin ngiris hati rakyat!" tulis Anton. Bagi Anton, sikap DPR yang pura-pura menolak padahal pada akhirnya meloloskan kenaikan tunjangan itu merupakan dagelan. "Lolosnya tunjangan Rp 10 juta tiap bulan (Rp 600 juta selama 5 tahun) mirip sekali dengan judul film/sinetronnya Dedy Mizwar 'Kiamat Sudah Dekat'. Lebih lucu dari Srimulat. Atau mungkin ini dagelan terbaru dari wakil-wakil rakyat kita yah? Kenapa sih mereka gak ikutan acara audisi lawak TPI (API) atau meteor kampus aja pasti mereka pada jadi juara," sindir Anton.Kemarahan juga disampaikan Ajeng Wulandari. Kenaikan tunjangan DPR telah membuat Ajeng kehilangan harapan DPR akan bisa menyuarakan aspirasi rakyat. Ajeng sebelumnya berharap dengan suksesnya Pemilu, anggota DPR bisa mencontoh rakyat yang bisa bersikap sabar dan menahan diri. Tapi dengan lolosnya kenaikan tunjangan itu membuat Ajeng menjuluki DPR sebagai Dewan Penghisap Rakyat. Ajeng pun berdoa agar Tuhan memberikan peringatan kepada anggota DPR. "Dengan sikap Dewan Penghisap Rakyat yang sangat munafik, tidak peduli rakyat, dan sangat tidak terhormat, saya berdo'a semoga Allah kasih peringatan kepada mereka," kata Ajeng.Ajeng berharap akan ada demo bersar-besaran yang memprotes kenaikan tunjangan DPR tersebut. Ajeng pun menyatakan siap bergabung dalam aksi itu. "Saya berharap seluruh masyarakat akan bersatu dan datang ke gedung DPR dan memprotes mereka hingga keputusan untuk menaikkan uang yang tidak sepantasnya diterima oleh Dewan Penghisap Rakyat dibatalkan," tulis Ajeng. (iy/)


Berita Terkait