Jokowi Diminta Bertemu KPK Minta Masukan 10 Capim yang Disetor Pansel

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 08:18 WIB
Presiden Jokowi menerima Pansel Capim KPK di Istana Merdeka. (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi menerima Pansel Capim KPK di Istana Merdeka. (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima 10 nama calon pimpinan KPK dari panitia seleksi. Koalisi Kawal Capim KPK meminta Jokowi bertemu dengan KPK untuk meminta masukan terkait 10 nama capim tersebut.

"Penting juga saat ini jika Presiden dapat bertemu langsung dengan KPK untuk mendapatkan informasi terkini terkait 10 nama tersebut. Karena bagaimanapun KPK harus diletakkan sebagai pihak yang paling berkepentingan, karena beberapa waktu lalu sangat disesalkan ketika ada penolakan dari Pansel untuk bertemu dengan KPK yang pada saat itu ingin menjelaskan beberapa poin penting terkait temuan 20 nama pendaftar," ujar Peneliti ICW yang tergabung dalam Koalisi Kawal Capim KPK Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).


Kurnia menyoroti pernyataan Pansel Capim KPK yang mengklaim Jokowi sudah menyepakati 10 nama capim yang disetornya. "Amat disayangkan Pansel KPK justru menyebutkan seakan-akan 10 nama yang sudah disetorkan ke Presiden langsung mendapat persetujuan oleh Presiden," kata Kurnia.

Kurnia mengatakan, Jokowi memiliki hak untuk mencoret nama-nama capim yang dinilai bermasalah. Jokowi juga dinilai perlu mendengar masukan dari ormas hingga tokoh publik.


"Presiden berdasarkan UU memiliki waktu paling lambat 14 hari sebelum masuk pada fase fit and proper test DPR. Untuk itu penting bagi Presiden agar dapat mendengar seruan publik yang merasa ada persoalan serius dalam proses penjaringan Pimpinan KPK ini. Mulai dari PBNU, Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, Romo Benny, Prof Mahfud MD, Romo Magnis, dan lain sebagainya beberapa waktu lalu telah berbicara yang pada intinya sangat mengharapkan agar Presiden dapat benar-benar selektif dan meletakkan indikator integritas dan bersih secara rekam jejak menjadi prioritas penilaian," papar Kurnia.

Saat menerima Pansel, Jokowi sempat menyampaikan tentang dinamika seleksi capim KPK yang ternyata turut mendapatkan perhatiannya. Jokowi menampilkan diri sebagai presiden yang tentunya mendengarkan masukan publik sebelum menentukan siapa-siapa saja yang layak menurutnya mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR sebagai capim KPK.

"Kita harapkan, saya kira kita juga kan tidak harus tergesa-gesa, yang paling penting menurut saya, apa yang akan nanti saya sampaikan ke DPR itu betul-betul nama-nama yang memang layak dipilih oleh DPR," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (2/9).


Berikut 10 Nama Capim KPK yang Diserahkan ke Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/azr)