Kemlu Minta Penjelasan Perwakilan di Malaysia soal Bos Taksi Kritik RI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 06:20 WIB
Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah (Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Bos Big Blue Taxi Malaysia Datuk Shamsubahrin Ismail mengkritik pemerintah Indonesia karena mengizinkan ojek online beroperasi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan akan meminta penjelasan informasi dari perwakilan di Malaysia terkait pernyataan tersebut.

"Tapi yang pasti, kita ikuti isunya ya. Kita mendengarkan dia (Shamsubahrin) juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas statemennya yang terdahulu. Untuk perkembangan yang ini kita akan mintakan penjelasan dulu dari perwakilan kita di Malaysia, konteksnya seperti apa, dan persisnya seperti apa," kata Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).


Faizasyah mengatakan dirinya belum bisa berkomentar lebih lanjut terkait pernyataan Shamsubahrin yang mengkritik pemerintah Indonesia. Menurutnya, diperlukan waktu untuk meminta keterangan dari perwakilan RI di Malaysia.

"Mungkin saya perlu waktu juga untuk mendapatkan assesment dari teman-teman di Malaysia. Kan statemen itu dalam konteks apa, dalam bagian dari acara apa, itu saya belum tahu. Kalau informasinya sepotong-potong kita juga belum bisa mengomentari ya," ujarnya.


Sebelumnya, Shamsubahrin diketahui menyebut rakyat Indonesia tak salah jika disebut miskin. Dia menilai justru pemerintah RI yang salah.

Shamsubahrin sebelumnya juga meminta pemerintah Malaysia tak mengikuti pemerintah Indonesia yang memberi izin kepada ojek online. Dia menyinggung pengemudi ojek online tak punya gaji tetap.

"Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap, untuk membawa Grab, untuk membawa Go-Jek," ujarnya dalam sebuah rekaman video.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun dibuat gerah dengan ulah bos taksi Malaysia tersebut. Pihaknya akhirnya menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia.

"Kemenhub sudah menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia," kata Budi Karya melalui pesan singkat kepada detikFinance, Senin (2/9).


Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/dkp)