Suporter Persik Mebubarkan Diri, Suporter PSIM Dievakuasi

Suporter Persik Mebubarkan Diri, Suporter PSIM Dievakuasi

Andika Dwi - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 02:12 WIB
Suasana usai bentrok suporter di Kediri (Foto: Andika Dwi/detikcom)
Suasana usai bentrok suporter di Kediri (Foto: Andika Dwi/detikcom)
Kediri - Usai melalui negosiasi antara Kapolresta dan Wali Kota Kediri dengan massa. Massa Persikmania membubarkan diri dari lokasi Tirtayasa Park.

Pantauan di lokasi, nampak massa Persikmania yang tadinya mengepung dan berkumpul di depan Tirtayasa Park menunggu massa PSIM, sejak pukul 18.00 Wib hingga 23.00 WIB sudah membubarkan diri.

Seperti yang diutarakan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi kepada media, pihak kepolisian bertindak sesuai undang undang yang berlaku. Pihaknya akan melakukan olah TKP dan proses identifikasi terhadap lokasi kerusuhan.


"Seperti yang saya utarakan tadi, polisi akan melakukan tindakan sesuai undang undang, kita akan melakukan proses identifikasi dan olah TKP, mengenai kerusakan sepeda motor, mobil dan perusakan peralatan dan perlengkapan Tirtyasa Park Kediri, belum lagi ada yang membawa senjata tajam dan minuman keras," Ucap Anthon. Senin, (2/9/2019).

Menyoal sepeda motor dan kendaraan warga Kediri yang rusak maupun hancur, Kapolresta meminta warga untuk mengambil dan melihat kendaraannya esok pagi, usai kepolisian melakukan olah TKP.

"Untuk warga dan Persikmania yang hendak mengambil sepeda motor dan kendaraannya, silahkan mengambil besok pagi usai polisi melakukan olah TKP," imbuh Anthon.

Tak hanya Anthon, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga memberikan pemahaman dan pengertian terhadap massa Persikmania yang mengepung Tirtayasa Park agar pulang dan istirahat.

"Sudahlah, tenangkan diri pulang saja, disini sudah ada kepolisian serahkan kepada pihak berwajib," jelas Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abu Bakar.

Usai massa membubarkan diri, tepat pukul 01.30 WIB, massa PSIM berhasil dievakuasi keluar dari Tirtayasa Park Kediri.

Namun karena sebagian massa PSIM diindikasi kuat melakukan perusakan dan membawa senjata tajam dan minuman keras, serta bom molotov, maka suporter tetap akan diperiksa polisi.


Bos PSM Makassar: Suporter Harus Cinta Damai tanpa Kekerasan:



(dkp/dkp)