Polri Sebut Hoax soal Papua Capai 52 Ribu Konten, Diduga Disebarkan Para Elite

Polri Sebut Hoax soal Papua Capai 52 Ribu Konten, Diduga Disebarkan Para Elite

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 19:37 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Polri menyatakan pembatasan akses internet di Papua-Papua Barat masih diberlakukan karena masih menyebarnya konten berita bohong atau hoax. Hingga saat ini, konten hoax tentang Papua mencapai 52 ribu.

"Pertimbangan sementara dalam waktu beberapa hari ini masih tetap, dari pertimbangan Kapolda Papua-Papua Barat karena dan dari Kominfo tadi menyatakan 52 ribu konten hoax. Kemarin cuma 32 ribu. Sekarang mulai dari tanggal 27 sampai sekarang udah 52 ribu lebih konten hoax," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).



Dedi menyebut pasca unjuk rasa yang berakhir kerusuhan di Papua-Papua Barat, penyebaran hoax terus meningkat. Pembatasan akses internet dibutuhkan agar berita bohong tersebut tidak menyebar ke masyarakat.

"Peningkatan dari 32 ribu menjadi 52 konten hoax dari tanggal 27 Agustus sampai tanggal 1 (September). Berarti 5 hari, naiknya 20 ribu. Bayangkan selama 5 hari biasa naik 20 ribu loh. Itu kalau bisa masuk ke sana bisa jadi apa coba," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2