PPP Anggap Bos Taksi Malaysia Tak Etis Kritik Pemerintah RI soal Ojol

Tsarina Maharani - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 18:45 WIB
Achmad Baidowi (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) menyebut kritik bos Big Blue Taxi Malaysia Datuk Shamsubahrin Ismail terhadap pemerintah RI tidak etis. Shamsubahrin mengkritik pemerintah Indonesia karena mengizinkan ojek online beroperasi.

"Apa yang disampaikan Datuk Ismail tidak etis karena mencampuri urusan negara lain yang pemerintahannya sendiri tak bersikap begitu," kata Awiek kepada wartawan, Senin (2/9/2019).



Menurut dia, kritik Shamsubahrin merupakan kekhawatiran untuk bersaing. Awiek mengatakan layanan transportasi online seperti GoJek tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga jasa antar barang hingga makanan.

"Apa yang disampaikannya lebih pada kekhawatiran kalah bersaing dengan bisnis start up yang dibikin GoJek. Dan dia juga tidak paham bahwa di GoJek itu tidak hanya narik penumpang, tapi juga varian lainnya seperti Gosend, Gocar, Gofood dan sebagainya," tuturnya.

"Bisnis konvensional yang digeluti Datuk Ismail akan ketinggalan zaman," imbuh Awiek.

Shamsubahrin diketahui menyebut rakyat Indonesia tak salah jika disebut miskin. Dia menilai justru pemerintah RI yang salah.

Shamsubahrin juga meminta pemerintah Malaysia tak mengikuti pemerintah Indonesia yang memberi izin kepada ojek online. Dia menyinggung pengemudi ojek online tak punya gaji tetap.

"Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap, untuk membawa Grab, untuk membawa Gojek," ujarnya dalam sebuah rekaman video.



Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia:

(tsa/haf)