Tontonan Favorit Soeharto 'Who Wants To Be A Millionaire'
Rabu, 26 Okt 2005 08:45 WIB
Jakarta -
Bila tontonan favorit Presiden SBY adalah sinetron 'Kiamat Sudah Dekat', apa tontonan acara televisi yang menjadi favorit mantan Presiden Soeharto? Tampaknya Soeharto kurang berminat dengan sinetron. Di usianya yang kian senja, Soeharto lebih suka dengan kuis 'Who Wants to be Millionaire'. Acara kuis yang dipandu Tantowi Yahya ini disiarkan RCTI tiap Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Setiap malam minggu, Soeharto tidak pernah melewatkan acara kuis yang memungkinkan pesertanya mendapat hadiah Rp 1 miliar itu. Informasi bahwa Soeharto menyukai acara kuis itu disampaikan salah seorang cucunya, Gendis Siti Hatmanti (23). Kepada wartawan di sela-sela bagi-bagi sembako di masjid Al Ikhwan, Petamburan VI, Jakarta, Selasa (25/10/2005) kemarin, gadis pasangan Bambang Trihatmodjo-Halimah itu menceritakan tentang eyangnya, Soeharto. Gendis mengaku sering bersama eyangnya itu, terutama pada malam Minggu. Ketika ditanya wartawan apakah Soeharto sering mendiskusikan tentang kesulitan hidup rakyat saat ini, Gendis mengaku hal seperti itu tidak pernah dibahas. Menurut Gendis, dirinya dan eyang Soeharto tidak pernah membicarakan politik. Yang dilakukan bersama eyangnya hanyalah kegiatan yang bersifat hiburan, seperti menonton televisi bareng. "Saya tidak pernah bicara politik dengan eyang. Saya cuma nonton TV bareng. Eyang sering nonton Who Wants To Be A Millionaire. Itu tontonan favoritnya," aku Gendis. Cerita tentang mantan pemimpin Indonesia terlama dalam sejarah ini memang tidak ada habisnya. Hal-hal kecil yang ada pada diri Soeharto memang menarik diungkap. Apalagi, saat ini Soeharto masih belum tersentuh hukum terkait dugaan-dugaan kasus korupsinya di masa lalu. Penegak hukum tidak berani menyidangkan Soeharto, karena jenderal besar itu mengalami sakit permanen. Tapi sakit permanen Soeharto memang patut dipertanyakan. Apalagi, beberapa hari lalu, Soeharto tampak sehat dan kuat melakukan nyekar di makam istrinya, ny Tien dan makam keluarganya di Yogyakarta.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
