Anggota Komisi V Kecam Bos Taksi Malaysia yang Kritik Pemerintah RI

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 17:48 WIB
Ilustrasi ojek online (Foto: Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta - Bos Big Blue Taxi Malaysia Datuk Shamsubahrin Ismail mengkritik pemerintah Indonesia karena mengizinkan ojek online beroperasi. Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi mengecam pernyataan Shamsubahrin dan mengatakan Shamsubahrin tidak pantas mengkritik pemerintah RI.

"Pertama dia itu tidak pantas mengatakan seperti itu. Ini kan urusan keluarga, dalam negeri Indonesia. Jadi, atas dasar apa dia mengatakan seperti itu?" kata Yoseph kepada wartawan, Senin (2/9/2019).



Menurut Yoseph, Shamsubahrin semestinya mempelajari lebih dulu kondisi sosial dan ekonomi di Indonesia. Dia juga menilai Shamsubahrin perlu menggali informasi tentang alasan pemerintah RI memberi izin kepada ojek online.

"Kalau dia warga Indonesia silakan. Tapi kalau orang asing, coba tanya dulu, pelajari dulu situasi, kondisi sosial, budaya, ekonomi yang ada di Indonesia dan tanyakan juga kepada pemerintah. Jangan langsung berpendapat seperti itu," jelasnya.

"Karena kan kalau pernyataan dilontarkan kan harus didasarkan pada penelitian dulu, pada informasi yang tepat dulu lah seperti apa kondisinya," imbuh Yoseph.
Selanjutnya
Halaman
1 2