Polisi: Duel Maut Siswa SMK di Bogor Ditonton Teman-temannya dari Jauh

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 16:50 WIB
Ilustrasi tawuran anak SMA. (Foto: Edi Wahyono)


Atas perbuatannya, pelaku dikenakan UU Perlindungan Anak, yakni Pasal 80 Ayat (1) UU. No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana.

"Kami berharap adanya pengawasan ekstra terhadap alat komunikasi dan kegiatan dari pihak Sekolah serta orang tua dalam memperhatikan murid atau anak-anaknya. Diharapkan, sekolah memberikan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan rohani terhadap muridnya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif seperti tawuran," kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menambahkan.



Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/8/2019) di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menjelang tengah malam. Korban berinisial A (17), yang merupakan siswa SMK AM, janjian dengan J (17) dan AM (17) untuk bertemu di depan sebuah pabrik. Setelah bertemu, mereka lalu melakukan duel 1 lawan 1 dengan celurit.

J dan AM sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena kedua tersangka merupakan anak di bawah umur, kasusnya ditangani sesuai dengan UU Perlindungan Anak. Dicky mengatakan motif perkelahian adalah pembuktian diri dan saling menantang dengan cara yang negatif.

"Kita berharap di Bogor ini ada penanganan terhadap anak yang terlibat tawuran agar ada perlakuan yang khusus. Dan kita meminta kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga dan mengawasi anak kita terutama kepada orang tua, jangan sampai hal ini terulang kembali," ujar Dicky.
Halaman

(idn/idn)