Natan Pasomba Didakwa Suap Anggota DPR Sukiman Rp 2,9 M

Zunita Putri - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 14:02 WIB
Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom


Terkait suap yang diberikan kepada Sukiman itu bermula pada April 2017 saar itu Natan menyampaikan kepada Yosias kalau Kabupaten Arfak memiliki peluang untuk mendapatkan APBN lebih. Akhirnya, Sukiman membuat proposal dengan nilai pengajuan senilai Rp 105 miliar.

Kemudian pada tahun 2017, Natan kembali bertemu dengan Rifa agar kembali mengawal agar anggaran Rp 105 miliar itu berhasil didapatkan oleh Kabupaten Arfak. Rifa pun memperkenalkan Natan ke Tenaga Ahli DPR F-PAN, Suherlan untuk diperkenalkan kepada Sukiman.

Singkat cerita, pertemuan antara Natan, Rifa, Suherlan dan Sukiman terwujud pada Juni 2019 di lantai 20 ruang kerja Sukiman. Rifa dan Natan meminta Sukiman untuk memasukkan Kabupaten Arfak masuk dalam daftar dana aspirasi dari DPR untuk APBN-P 2017 dengan iming-iming Sukiman akan mendapar fee 6 persen.

"Dalam pertemuan itu, Rifa menyampaikan permintaan terdakwa kepada Sukiman agar mengikutsertakan Kabupaten Pegunungan Arfak dalam dana aspirasi dari DPR untuk APBN-P 2017 dan diberikan alokasi yang maksimal, Rifa juga menyanpaikan nantinya ada komitmen fee sebesar 6 persen dari anggran yang didapatkan Kabupaten Pegunungan Arfak. Atas penyampaian tersebut Sukiman menyetujuinya," jelas jaksa KPK.

Setelah Kabupaten Pegunungan Arfak mendapat tambahan anggaran Juli 2017 sebesar Rp 49,9 miliar. Rifa dan Suherlan meminta fee kepada Natan. Natan pun langsung mengirim uang fee kepada Sukiman, Rifa, dan Suherlan memalui rekening PT Dipantara Inovasi Teknologi (PT DIT). Lalu, 25 Juli 2017 Natan melalui Nicholas dan Sovuan memberikan uang fee itu secara bertahap kepada Sukiman, Rifa, dan Suherlan.

"Sejak tanggal 25 Juli 2017 terdakwa melalui Nicolas Tampang Allo dan Sovian Latilipu memberikan uang komitmen fee terkait pengurusan APBN-P 2017 dan kekurangan fee pengurusan DAK refuler APBN 2017 kepada Sukiman, Rifa Surya, dan Suherlan secara bertahap dengan cara ditransfer melalui rekening PT DIT," kata jaksa KPK.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4