Natan Pasomba Didakwa Suap Anggota DPR Sukiman Rp 2,9 M

Zunita Putri - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 14:02 WIB
Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom


Uang suap itu bertujuan untuk mengupayakan Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatab dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2017, APBN Perubahan TA 2017 dan APBN TA 2018. Perbuatan Natan dinilai bertentangan dengan tugas dan kewajiban sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Kasus ini bermula ketika Natan mendapat arahan dari Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy dan Wakil Bupati Arfak Marinus Mandacan untuk memaksimalkan pengusulan anggaran DAK (dana alokasi khusus) untuk Kabupaten Pegunungan Arfak. Setelah itu, Natan merancang anggaran itu ke Bappeda sehingga tercipta usulan DAK reguler Kabupaten Arfak pada APBN TA 2017 ke Kemenkeu yang diparaf Yosias pada 6 Juni 2016 senilai Rp 1 triliun.

Kemudian Natan menyanpaikan proposal pengajuan itu ke Rifa Surya selaku Kasi DAK fisik pada Ditjen Pertimbangan Keuangan agar Rifa membantu mengawal untuk mendapatkan DAK maksimal. Rifa pun menyanggupi itu.

"Pada sekitar bulan Oktober 2016 bertempat di ruang penerimaab tamu lantai 3 Gedung Ditjen Kemenkeu terdakwa menemui Rifa Surya dan Rifa Surya menyanpaikan DAK Kabupaten Pegunungan Arfak sudah dialokasikan pada APBN TA 2017 sebesar Rp 30 miliar, dimana Rifa Surya kemudian meminta komitmen fee sebesar 9 persen dari nilai DAK yang nantinya disetujui," kata Jaksa.

Setelah disepakati kedua belah pihak terkait fee 9 persen, Rifa memantau perkembangan alokasi Kabupaten Arfak dan akhirnya disepakati anggaran Kabupaten Arfak tahun 2016 keluar sebesar Rp 31,7 miliar dan akhirnya Rifa menagih fee tersebut dan kemudian diberikan Natan sebesar Rp 600 juta.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4