RUU KUHP

Sejarah KUHP: Dari Roma ke Prancis, Lalu ke Belanda hingga Tiba di Indonesia

Andi Saputra - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 11:34 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)

Pada saat yang sama, di Italia Cesare Beccaria menulis 14 bahwa 'If a judge is compelled to make, or makes of his own free will, even two syllogism, he opens the door to uncertainty'. Kemudian dilanjutkan bahwa, "Nothing is more dangerous than the common axiom that we should 'consult the spirit of the law'."

"Artinya di Italia juga diberlakukan asas legalitas yang sama pada saat yang sama," ujarnya.

Atas dasar semangat nasionalisme kebangsaan di atas, maka DPR mengebut agar memiliki KUHP rasa lokal. Anggota Panja DPR Taufiqulhadi meminta masyarakat untuk menyambut KUHP produk bangsa yang akan disahkan pada 24 September 2019, mengganti KUHP produk kolonial Belanda.

"Pada bulan ini, RKUHP, jika tidak ada aral melintang, akan kita sah menjadi UU. Dan itu berarti untuk pertama kali pasca kemerdekaan, kita akan memiliki Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sendiri. KUHP yang sedang berlaku sekarang adalah KUHP yang disahkan oleh pemerintah kolonial Belanda 20 tahun sebelum kemerdekaan kita," kata Taufiq.


Simak Video "Koalisi Pemantau Peradilan Tolak Pasal Menghina Pengadilan di RUU KUHP"

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(asp/rvk)