Anak-anak Hasanuddin Jadi Piatu

Kisah Suami Gorok Istri

Anak-anak Hasanuddin Jadi Piatu

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2005 08:04 WIB
Jakarta - Kisah pembunuhan Lina Marlina (30) yang tewas digorok oleh suaminya sendiri Hasanuddin (42) berakhir tragis, anak-anak mereka yang masih kecil, Fiska (12) dan adiknya Rafif (5) menjadi piatu gara-gara perbuatan biadab Hasanuddin.Hasanuddin saat ini dirawat di RS Persahabatan. Setelah menghabisi nyawa Lina, Hasanuddin kemudian berusaha menghabisi nyawanya sendiri dengan memotong urat nadi tangan kirinya.Saat ini kedua anak malang ini diasuh oleh neneknya. Hati anak mana yang tidak syok dan kecut ketika melihat orang tua mereka terkapar berlumuran darah di lantai. Hasanuddin begitu tega menggorok leher istrinya padahal mereka selama ini terkenal rukun, tidak pernah bertengkar. Kenangan itu pula yang diingat oleh Fiska dan Rafif. Tidak ada yang menyangka kisah tragis akan menimpa mereka."Sehari sebelum kejadian, mereka tidak bertengkar, hanya saja ayah pusing memikirkan ibu, takut terjadi apa-apa. Soalnya ibu enggak pulang-pulang, katanya ada syuting," ujar Fiska polos ketika ditemui detikcom di rumah neneknya di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2005).Namun Fiska meskipun tampak masih sedih, enak diajak bicara. Fiska ketika ditemui detikcom mengenakan baju coklat dibalut celana pendek warna coklat. Fiska menuturkan, ibunya yang bekerja sebagai artis figuran di sinetron televisi ini beberapa hari sebelumnya tidak pulang ke rumah selama tiga hari dari Rabu (19/10/2005) hingga Jumat (21/10/2005). "Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB ibu pulang, tapi gak beberapa jam kemudian ibu pergi lagi sekitar pukul 12.00. Bilangnya mau syuting, tapi tidak ngomong kemana," ujar Fiska.Malam harinya, lanjut Fiska, sekitar pukul 19.30 WIB dirinya disuruh menghubungi Lina melalui ponselnya. Tapi yang menjawab selalu veronica. "Akhirnya saya disuruh ayah telepon ke Tante Lia (teman korban yang sering ngajak korban syuting)," kata Fiska.Lia juga tidak tahu menahu kemana Lina pergi. Lia pun ikut mencoba menelepon Lina. Tetapi apa daya ponsel Lina tetap tulalit.Senin (24/10/2005) sekitar pukul 13.00 WIB, Hasanuddin berhasil menelepon Lina. Hasanuddin mengaku sakit. Namun istrinya hanya menjawab enteng. "Jadi suami jangan cengeng," ujar Lina seperti ditirukan oleh Fiska.Sekitar pukul 16.30 WIB, Lina pulang ke rumah. Hasanuddin kemudian menyuruh Fiska kecil membeli rokok di warung Unimas yang jaraknya sekitar tiga meter dari rumah. "Pulang dari beli rokok, saya langsung disuruh ayah sama ibu ke rumah nenek yang jaraknya enggak jauh. Saat itu saya lihat enggak terjadi apa-apa, sudah kayak biasa," katanya.Tanpa ada prasangka, Fiska pun mengajak adiknya Rafif ke rumah nenek. Sekitar pukul 19.30 WIB Fiska ditemani kakak sepupunya Putra (17) pulang ke rumah. "Kita langsung ngetok-ngetok tapi gak ada jawaban," ucap Fiska.Saat mengetuk pintu, Fiska mendengar telepon genggam milik ibunya terus menerus berbunyi. Karena pintu tak kunjung dibuka Putra kemudian meminjam sapu dari tetangga untuk membuka pintu. "Saat pintu terbuka kami tanpa rasa curiga masuk, saya cari ibu sama bapak kok engak ada. Saya lihat kamar ayah gelap, kemudian saya masuk dan menyalakan lampu. Saya melihat bapak dan ibu sudah ada di lantai berdarah-darah saya langsung jerit," ujar Fiska.Jeritan histeris Fiska itu didengar oleh tetangga keluarga itu Novi (29). Novi kemudian membawa Fika ke rumahnya. "Terus saya ditenangin di sana," ujar Fiska lirih. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads