Kisah Jatuh Bangun Almarhum Sutopo Diabadikan di Buku 'Terjebak Nostalgia'

Kisah Jatuh Bangun Almarhum Sutopo Diabadikan di Buku 'Terjebak Nostalgia'

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 01 Sep 2019 18:14 WIB
Foto: Buku Terjebak Nostalgia (Sachril-detikcom)
Foto: Buku 'Terjebak Nostalgia' (Sachril-detikcom)
Jakarta - Kisah hidup mantan Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho diabadikan di dalam sebuah buku. Sore ini, buku biografi yang berjudul Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia, resmi di-launching.

Penulis buku Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia, Fenty Effendy mengatakan, buku biografi ini ditulis berdasarkan kisah cinta Sutopo dulu dengan istrinya, Retno. Ia menjelaskan, Sutopo adalah seorang pria yang tidak percaya diri saat berhadapan dengan Retno.

"Pertama kali ketemu sehari sebelum wisuda sebagai sesama lulusan terbaik Universitas Gajah Mada (UGM). Pak Topo dari fakultas Geografi, Bu Retno fakultas Hukum. Itu pertama kali pak Topo bisa kenal lagi sama orang. Tapi dia gak pede karena bu Retno kerja duluan tapi pak Topo masih mencari pekerjaan," beber Fenty saat launching buku di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu (1/9/2019).



Fenty mengungkapkan, Sutopo menjadi lebih percaya diri ketika dirinya telah bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia pun lantas mengirimi surat kepada Retno pada 1995 lalu. Dalam surat itu pun, Sutopo, dijelaskan Fenty, sempat berguyon.

"Jadi setelah tahun depan diterima di BPPT, dia kirim surat sambil ceritakan, 'Maaf berbulan-bulan enggak ngasih kabar karena sejujurnya aku minder karena kamu sudah kerja. Tapi sekarang aku sudah kerja di BPPT.' Pak Topo sampai ngasih nomor induk pegawainya terus bilang 'Aku agak putihan, kamu gimana? Pasti makin cantik karena sudah kerja'," imbuh Fenty.

Kisah Jatuh Bangun Almarhum Sutopo Diabadikan di Buku 'Terjebak Nostalgia'Foto: Penulis buku Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia, Fenty Effendy (Sachril-detikcom)


Mengenai buku biografi Sutopo ini, Fenty mengungkapkan berisi sekira 200 halaman dengan mewawancarai 10-12 orang. Orang-orang yang menjadi narasumber dalam biografi ini adalah Sutopo sendiri, lalu keluarga Sutopo, teman sekolahnya, dan guru-guru sekolah mantan Humas BNPB ini.

Fenty pun menjelaskan, buku biografi Sutopo ini berisi perjalanan hidupnya dari kecil, sampai menjadi Kepala Humas BNPB. Buku ini menceritakan bagaimana kekonyolan Sutopo, kepahitan semasa hidupnya, dan masa-masa bahagianya.

"Semua yang mengenal dia (Sutopo), hanya punya dua kata, yaitu orang baik dan respect dengan yang ia kerjakan," terang Fenty.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3