Pasca Perusakan Kantor Kades
Gakin di Langkat Didata Ulang
Selasa, 25 Okt 2005 22:10 WIB
Medan - Satu hari setelah perusakan kantor kepala desa, pendataan ulang keluarga miskin (gakin) dilakukan kembali di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Diperkirakan jumlahnya akan meningkat 100 persen dari data awal.Hingga Selasa sore (25/10/2005), puluhan warga Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, sekitar 60 kilometer dari Medan, mendatangi kantor kepala desa untuk memberikan data kepada petugas. Mereka berkumpul sejak pagi."Saya datang karena tidak didata dahulu. Karena pada pendataan awal sepertinya hanya untuk orang-orang tertentu saja," kata Kadir, pria tua berusia 90 tahun, warga desa yang datang ke kantor kepala desa dengan mengendarai sepeda. Menurut Kepala Desa Banyumas Edy Surianto, kasus perusakan kantor kepala desa diduga terjadi karena ada pihak-pihak tertentu yang memprovokasi. Dikatakan dia, pendataan sebenarnya sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS). Tetapi dengan adanya kasus ini, maka pihaknya kembali melakukan pendataan."Pada pendataan yang lalu, jumlah keluarga miskin yang tercatat 268 keluarga, namun tiga di antaranya dibatalkan karena tidak memenuhi syarat, jadi total 265 keluarga. Kita perkirakan pertambahan jumlah keluarga miskin akan mencapai 100 persen dari jumlah semula," kata Edy Surianto sembari menjelaskan warga desanya berjumlah 4.268 jiwa dan 1.130 keluarga.Seperti diberitakan, Senin kemarin (24/10/2005), puluhan warga Desa Banyumas memecahkan kaca-kaca kantor kepala desa karena tidak didaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai atau BLT dari program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak.Mereka menuntut penjelasan dari aparat desa. Soalnya ada warga yang memiliki kendaraan bermotor justru mendapatkan dana BLT, sedangkan seorang warga yang bekerja sebagai pencuci pakaian justru tidak terdata.
(asy/)











































