Hadapi Lebaran, Stok Sembako di Yogyakarta Cukup
Selasa, 25 Okt 2005 17:49 WIB
Yogyakarta - Hingga lebaran usai, stok sejumlah sembako di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih mencukupi. Jadi masyarakat tak perlu panik"Hingga lebaran usai, minimal sampai 10 hari ke depan stok sembako di Yogyakarta masih mencukupi sehingga masyarakat tak perlu khawatir," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Syahebnol Hasibuan, kepada wartawan di sela-sela mementau harga sembako disejumlah pasar dan agen di Yogyakarta, Selasa (25/10/2005).Menurut Syahbenol, sejak kenaikan harga BBM awal bulan ini, hampir semua harga bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti tepung terigu, gula pasir, daging, telur, beras dan sayur-sayuran. Namun sebaliknya harga minyak goreng curah justru harganya turun. "Minyak goreng jenis curah di pangkalan justru turun harganya setelah ada kenaikan BBM. Padahal sebelum kenaikan malah naik. Ini dimungkinkan karena permintaan juga menurun sehingga produsen terpaksa menurunkan harganya," katanya.Untuk gula pasir, kata Syahbenol, berdasarkan pantauan petugas dari Disperindagkop di beberapa penyalur seperti di Jl Sriwedani, Pasar Beringharjo dan sejumlah pasar tradisional, juga masih mencukupi hingga lebaran nanti. Harga gula pasir lokal di tingkat penyalur dijual sekitar Rp 5.000/kg. Sedangkan gula pasir impor mencapai Rp 5.300/kg. Sedangkan harga di tingkat pengecer berkisar antara antara Rp 5.250 - Rp 5.500/kg. Untuk tepung terigu di tingkat penyalur dijual dengan harga Rp 4.200/kg. Demikian pula dengan stok beras yang ada di gudang Bulog di Purwomartani, Kalasan, Sleman, juga masih mencukupi. Stok beras yang ada di gudang Bulog Yogyakarta berdasarkan laporan kepala Bulog Yogyakarta hingga 9 bulan ke depan juga masih mencukupi. Jumlah stok beras yang ada di gudang-gudang sebanyak 26.880 ton. "Stok beras masih cukup. Meski harga sempat naik tetapi stok di pedagang masih banyak sehingga belum perlu ada operasi pasar," tegas Syahbenol.Sementara itu Santiko, salah seorang pengelola/penyalur minyak goreng curah UD Bu Mantri di Jl Bantul-Pugeran Yogyakarta, mengatakan, hingga menjelang lebaran nanti stok minyak goreng yang dijual kepada ke pengecer masih cukup. Pengusaha juga menjamin suplai minyak goreng ke agen/penyalur tetap lancar sesuai kesepakatan.Menurut Santiko, selama ini pasokan minyak goreng berjalan lancar, meski ada kenaikan harga BBM. Selama satu minggu mendapat jatah pasokan minyak goreng sebanyak 18 - 20 drum atau sekitar 4.500 kilo. Setiap dua hari sekali, tempatnya mendapat pasokan minyak goreng lebih kurang 1.200 - 1.500 liter. "Stok masih cukup hingga 10 hari ke depan. Hanya saja sebelum kenaikan BBM harga minyak goreng justru naik hingga Rp 5.200/kilonya. Tetapi setelah ada kenaikan BBM, harga justru turun hingga berkisar antara Rp 4.700 - Rp 4.800/kilonya. Selain itu, permintaan juga sedikit menurun," katanya.
(nrl/)











































